Perisai Tanpa Awak: Australia Sukses Uji Tembak Combat UGV Guardian Angel

Thales Australia menguji coba Guardian Angel Combat UGV.Thales Australia
Thales Australia menguji coba Guardian Angel Combat UGV.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Thales Australia telah meluncurkan dan menguji coba Guardian Angel, kendaraan tempur darat nirawak (Combat UGV) yang dikembangkan secara lokal.

Prototipe kendaraan ini dibangun di fasilitas perusahaan yang berada di Lithgow, New South Wales, dengan lama pengerjaan enam minggu.

Periode pengembangan singkat ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menguji konsep dengan cepat dan tidak bergantung pada solusi asing.

Prototipe Guardian Angel dikembangkan bersama spesialis sistem otonom Chaos 1 dan produsen dudukan senjata W&E Platt, yang juga perusahaan berbasis di dalam negeri.

Kendaraan Nirawak Modular

Guardian Angel memiliki desain yang kompak dan dibekali sistem penggerak 4×4, dirancang untuk mempertahankan mobilitas taktis di segala medan dan area terbatas.

Fitur teknis lainnya adalah sistem misi yang dikemas dalam kontainer. Kendaraan ini dapat dilengkapi dengan modul untuk evakuasi medis, pengintaian, dukungan pasukan, dukungan tembakan, atau misi transportasi.

Pendekatan modular ini dapat mengurangi jumlah sasis khusus yang dibutuhkan dalam suatu unit juga menghemat biaya pengembangan dan produksi.

Pengawal Ranpur Berawak

Prototipe Guardian Angel dilengkapi dengan stasiun senjata yang dioperasikan dari jarak jauh W & E Platt dan telah menyelesaikan uji tembak langsung.

Thales juga menyebutkan rangkaian komunikasi yang aman dan tangguh, meskipun belum memberikan informasi tentang jangkauan tautan data, ketahanannya terhadap gangguan, atau kemampuannya untuk beroperasi di luar garis pandang.

Baca Juga: Angkatan Darat AS mulai menguji Hunter WOLF, UGV untuk dukungan tempur garis depan

Dalam misi tempurnya, Guardian Angel dirancang untuk beroperasi bersama kendaraan tempur (ranpur) berawak seperti Bushmaster, StrikeMaster, dan Hawkei yang juga diproduksi oleh Thales.

Diposisikan di depan konvoi, UGV bersenjata ini dapat melakukan pengintaian rute, memantau area potensi penyergapan, atau memicu respons musuh tanpa membahayakan awak.

Sementara, varian logistik Guardian Angel dapat membawa amunisi, air dan makanan, atau baterai, sementara modul medis dapat digunakan untuk mengevakuasi korban yang terancam. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *