Angkatan Darat AS mulai menguji Hunter WOLF, UGV untuk dukungan tempur garis depan
HDT Global AIRSPACE REVIEW – Perusahaan HDT Robotics telah mengirimkan kendaraan darat tak berawak (UGV) Hunter WOLF rancangannya kepada Brigade ke-3, Divisi Gunung ke-10 Angkatan Darat AS di Fort Polk, Louisiana pada 11 Mei 2026.
Penyerahan tersebut guna mendukung pelatihan Ground Optionally Autonomous Transport (GOAT), sebuah upaya Angkatan Darat untuk mengintegrasikan sistem otonom secara langsung ke dalam operasi manuver tempur garis depan.
Pelatihan ini juga untuk mengevaluasi perangkat otonomi dan integrasi muatan modular, yang dapat meningkatkan mobilitas, kemampuan bertahan hidup, dan daya tahan operasional infanteri di lingkungan penuh tantangan.
Kehadiran UGV multiperan ini akan memberikan unit infanteri ringan platform robotik yang dirancang untuk mengurangi paparan prajurit selama misi pengiriman ulang logistik, evakuasi korban, dan pengintaian.
Hunter WOLF (Wheeled Offload Logistics Follower) adalah kendaraan darat tak berawak berpenggerak 6X6 dengan sistem propulsi hibrida diesel/listrik.
Digerakkan mesin diesel, Hunter WOLF dapat menjangkau jarak 200 mil (320 km) tanpa pengisian bahan bakar dengan muatan penuh. Sementara, dengan motor listrik listrik senyap jangkauannya 8 mil (12,8 km).
Hunter WOLF memiliki berat kosong 1,6 ton, dapat membawa muatan hingga 1,2 ton, dan memiliki dek serbaguna berukuran 77 x 52 inci (195 cm x 132 cm).
Kendaraan sanggup menyeberangi air sedalam 60 cm, mampu mendaki dan menuruni jalan 60 derajat, dan beroperasi di lereng dengan kemiringan 40 derajat.
Selain misi pengangkutan, Hunter WOLF dapat dibekali stasiun senjata jarak jauh dengan kanon otomatis 30 mm atau senapan mesin berat 12,7 mm, untuk memberikan dukungan tembakan bagi pasukan kawan. (RBS)

