WEL.1 RI-X, Pesawat Bermotor Pertama Indonesia
Rangga BS/ARBermodal tekad yang kuat lahirlah pesawat bermotor pertama Indonesia menggunakan mesin motor tua Harley Davidson produksi 1928. Terbang perdana tiga tahun setelah Indonesia Merdeka.
AIRSPACE REVIEW – Di saat anak buah sekaligus rekan seperjuangannya Opsir Muda Udara I Nurtanio berangkat ke Manila untuk menimba ilmu teknik penerbangan di FEATI, sebenarnya Wiweko Supono juga akan dikirim belajar teknik penerbangan di AS namun perintahnya belum turun. Meski sendiri, cita-cita pembuatan pesawat bermotor pertama di Tanah Air terus dilanjutkannya.
Dimulailah perancangan pesawat sederhana disesuaikan dengan dana, peralatan, material juga SDM yang ada. Pembuatan prototipe pesawat ini dibantu oleh timnya, termasuk Achmad bin Talim dan Tosin.
Kerangka pesawat terbuat dari pipa baja, konstruksi sayap dan bilah baling-baling dari kayu serta pembalut bodi menggunakan kain blacu yang di-finishing dengan cat. Sebagai motor penggerak, digunakan mesin motor tua Harley Davidson produksi tahun 1928 berkapasitas 750 cc yang mampu menghasilkan daya 15 hp.
Dibangun di Lanud Maospati
Secara teknis, WEL.1 RI-X memiliki panjang 5.05 m, tinggi 2,4 m, rentang sayap 9 m, dan berat kosong pesawat 263 kg.
Pesawat dibangun di Unit Perbengkelan Teknik Udara Lanud Maospati dan selesai dalam waktu lima bulan. Menyandang nama WEL.1 (Wiweko Experimental Lightplane) beregistrasi RI-X. Uji coba terbang perdana dipercayakan pada bekas pilot militer Jepang yang menjadi warga negara Indonesia bernama Suhanda. Penerbangan dilaksanakan tanggal 27 Oktober 1948.
Setahun kemudian, ketika diadakannya pekan penerbangan di Yogyakarta pada 17-23 Agustus 1949 yang dihadiri oleh Presiden Sukarno dan KSAU Suryadi Suryadarma, WEL.1 dibawa kesana untuk turut dipamerkan.
Hancur oleh Lemparan Granat
Sayang, saat pesawat dibawa pulang kembali ke Madiun melalui perjalanan menggunakan gerbong kereta api, terjadi pelemparan granat dekat Stasiun Magowo oleh pemberontak PKI.
Menyedihkan, pesawat bermotor pertama buatan Indonesia ini akhirnya rusak parah yang tak mungkin diperbaiki seperti semula.
Untuk kembali mengenang sekaligus membangkitkan terus semangat kedirgantaraan, tahun 1980 dibangunlah tiruan atau replika WEL.1 RI-X yang bisa terbang menggunakan mesin VW Beetle. Upaya ini diprakarsai oleh karyawan Garuda Indonesia di mana beliau Wiweko pernah menjadi dirutnya.
Selanjutnya replika WEL RI-X dihibahkan ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta dengan posisi digantung di bawah atap. Sayang, replika ini tidak terlalu mirip dengan aslinya.
Baca Juga: N250 tidak terbang lagi karena tidak ada izin dan sumber pembiayaan
Di tempat yang sama ada replika ke-2 WEL.1 yang lebih mirip hasil gagasan Wiweko dengan bantuan reverensi data dari R. J. Salatun sahabatnya. Replika ini dibuat oleh Achmad bin Talim orang yang sama yang turut membuat WEL-1.
Selain itu masih ada replika ke-3 yang disimpan di Museum TNI Satria Mandala di Jakarta yang menjadi koleksi sejak tanggal 30 Oktober 1981. (RBS)
