Mirage 2000 UEA gunakan bom MK-81/82 dengan kit Thunder dari EDGE Group
EDGE GroupAIRSPACE REVIEW – EDGE Group, perusahaan pertahanan milik negara Uni Emirat Arab (UEA), menerbitkan foto-foto yang menunjukkan amunisi berpemandu presisi Thunder (varian P-32) dipasang pada jet tempur Mirage 2000 Angkatan Udara UEA.
Jet tempur buatan Dassault Prancis tersebut, juga dilengkapi dengan pod ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian), sehingga mampu menyerang target jauh di belakang garis musuh dengan presisi.
Angkatan Udara UEA mengoperasikan varian yang ditingkatkan yang dikenal sebagai Mirage 2000-9, memiliki kemampuan tempur udara dan serangan darat.
Bom Presisi Berbiaya Murah
Mengenai Thunder adalah serangkaian perangkat pemandu yang diproduksi oleh Halcon, anak perusahaan kelompok Rudal dan Senjata EDGE, yang dirancang untuk mengubah bom serbaguna tanpa pemandu biasa menjadi amunisi berpemandu presisi berbiaya murah.
Kit ini dipasang pada bom standar spesifikasi NATO MK-81 dan MK-82, yang menjadi sistem kendali dan kontrol modern pada badan bom konvensional.
Thunder mengandalkan panduan inersia yang dilengkapi dengan data navigasi satelit (GAINS), memungkinkan bom meluncur ke serangkaian koordinat yang telah diprogram sebelumnya bahkan tanpa laser atau kamera yang secara aktif melacak target.
Penambahan konfigurasi pencari laser semi aktif mempertajam akurasi tersebut secara signifikan, memungkinkan amunisi untuk membidik target yang secara aktif disinari oleh penunjuk laser, baik dari pesawat peluncur, pesawat terpisah, atau pasukan darat yang menandai target secara langsung.
Baca Juga: Kesepakatan terhambat: UEA tunda pengiriman 30 jet tempur Mirage 2000-9 ke Maroko
Perbedaan akurasi antara kedua mode panduan tersebut sangat signifikan. Dengan hanya menggunakan panduan satelit dan inersia GAINS, Thunder mencapai probabilitas kesalahan melingkar sebesar 10 m.
Penambahan pencari laser semi aktif mempertajam angka tersebut menjadi hanya 3 m, tingkat presisi yang sangat penting ketika mengenai target berada di dekat infrastruktur sipil atau ketika sebuah misi menuntut untuk mengenai titik tertentu pada struktur lebih besar.
Dua Konfigurasi Utama
Bom dengan kit Thunder hadir dalam dua konfigurasi utama yang dibangun berdasarkan badan bom yang berbeda. Varian P-31, yang dibangun menggunakan bom MK-81 yang lebih kecil, memiliki berat kotor 140 kg dengan hulu ledak 110 kg dan dapat mencapai target hingga 27 km dari titik dilepaskan.
Sedangkan varian P-32 yang lebih besar, dibangun menggunakan bom MK-82, memiliki berat kotor 240 kg dengan hulu ledak 209 kg, dan jangkauan yang sedikit lebih pendek yaitu 24 km.
Kedua varian dirancang untuk dilepaskan dari ketinggian hingga 12.192 m, memungkinkan pesawat meluncurkan bom dari jauh di luar jangkauan efektif sebagian besar sistem pertahanan udara jarak pendek. (RBS)
