Gantikan Watchkeeper, Inggris memilih drone Tekever AR5 yang telah teruji perang di Ukraina

Drone AR5 buatan TekeverTekever
Drone AR5 buatan Tekever.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Inggris telah memilih drone AR5 buatan Tekever untuk menggantikan armada Watchkeeper Angkatan Darat Inggris yang sudah beroperasi sejak tahun 2014.

Kesepakatan senilai 400-533 juta poundsterling ini untuk pesanan enam drone AR5 dan berpotensi meningkat menjadi 24 unit pada tahun 2029. Pengiriman gelombang pertama diperkirakan pada akhir 2026.

Program yang disebut Proyek CORVUS ini akan menghadirkan generasi baru drone pengintai yang mampu membawa muatan hingga 50 kg termasuk kamera dan sensor.

AR5 mampu berada di udara jauh lebih lama daripada drone Watchkeeper yang digantikannya, dan memberikan informasi intelijen secara waktu nyata kepada para komandan di darat.

Teruji Perang di Ukraina

AR5 sendiri sudah membawa kredibilitas tempur yang nyata, di mana angkatan bersenjata Ukraina telah menggunakan drone yang sama di medan perang dalam melawan Rusia.

Rekam jejak tersebut secara langsung menjadi pertimbangan Kementerian Pertahanan Inggris dalam pengambilan keputusan untuk memilih Tekever.

Baca Juga: Sasar pasar Eropa, Elbit Systems resmikan fasilitas ketujuh produksi drone Watchkeeper XR di Rumania

Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, menyampaikan bahwa pengadaan AR5 ini merupakan investasi yang akan mendukung pasukan dalam penugasan, sekaligus mendorong reindustrialisasi dan mendukung inovasi Inggris.

Dilaporkan, Tekever akan membangun AR5 di fasilitas manufaktur baru yang dibuka di Swindon, di Inggris Barat Daya, yang menciptakan ratusan pekerjaan berketerampilan tinggi di seluruh lokasi Tekever di Inggris.

Drone Kelas MAME

Tekever AR5 tergolong sebagai drone kelas MAME (medium-altitude, medium-endurance). Memiliki daya tahan terbang hingga 20 jam atau jangkauan hingga 1.500 km, yang didukung dengan sistem komunikasi satelit Beyond Line of Sight (BLOS).

AR5 dilengkapi sensor elektro-optik (EO)dan inframerah (IR) ganda untuk pemantauan siang dan malam serta mengusung sistem identifikasi otomatis (AIS) dan Synthetic Aperture Radar (SAR).

Salah satu kelebihan AR5 yakni mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek atau tidak beraspal (unprepared airstrip), yang dilengkapi kemampuan Automatic Take-Off and Landing (ATOL).

Baca Juga: Untuk Kelima kalinya AD Inggris Kehilangan UAV Intai Taktisnya

Drone dengan berat lapas landas maksimum (MTOW) 180 kg ini dibekali dua dua tak masing-masing berkapasitas 150 cc. Kecepatan jelajahnya 100 km/jam dan ketinggian terbang hingga 3.600 m.

Dalam perannya, drone AR5 dioptimalkan untuk menjalankan misi pengawasan maritim, patroli perbatasan, serta misi pencarian dan penyelamatan (SAR). (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *