Militer Thailand menerima 19 kendaraan lapis baja Stryker 8×8 tambahan dari AS

Thailand menerima kendaraan Stryker 8x8 tambahan dari ASTambon Ko Chan
Thailand menerima kendaraan Stryker 8x8 tambahan dari AS.

AIRSPACE REVIEW – Resimen Pendukung Divisi Infanteri ke-11 Angkatan Darat Kerajaan Thailand (RTA) menyatakan telah menerima 19 kendaraan lapis baja Stryker 8×8 buatan Amerika Serikat. Pengadaan kendaraan ini dilakukan melalui program Foreign Military Sales (FMS) Fase 1 dari Excess Defense Articles (EDA).

Pengiriman tersebut mencakup 10 Kendaraan Pengangkut Infanteri, empat Kendaraan Pengintai, empat Kendaraan Komando, dan satu Kendaraan Evakuasi Medis.

Gantikan M113 Beroda Rantai

Diketahui, Thailand secara bertahap membangun armada Stryker-nya sejak menjadi pelanggan FMS pertama kendaraan tersebut pada tahun 2019.

Baca Juga: Angkatan Darat Thailand menerima 17 Stryker 8×8 tambahan dari AS untuk pengamanan perbatasan dengan Kamboja

Saat itu Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan senilai 175 juta USD untuk 60 kendaraan yang dimaksudkan untuk menggantikan kendaraan pengangkut personel beroda rantai M113 RTA yang sudah tua.

Pembelian awal tersebut meletakkan dasar bagi pembentukan resimen khusus Stryker yang telah dibangun RTA sejak saat itu, termasuk Tim Tempur Resimen Stryker ke-111 dan ke-112.

Didasarkan Pada M1126ICV

Kendaraan tempur Stryker 8×8 milik RTA ini didasarkan pada varian utama M1126 Infantry Carrier Vehicle (ICV) buatan General Dynamics Land Systems.

Kendaraan memiliki berat tempur sekitar 19 ton, dibekali dengan mesin diesel Caterpillar C7 berdaya 350 HP. Kecepatan maksimum jalan raya hingga 100 km/jam dan jangkauan operasi sekitar 500 km.

Stryker dioperasikan oleh tiga kru (pengemudi, komandan dan juru senjata), dengan kompartemen belakangnya menampung delapan prajurit infanteri.

Baca Juga: Konflik terus memanas, Thailand mengerahkan Stryker 8X8 dari AS ke perbatasan dengan Kamboja

Untuk persenjataan bela diri dan bertempur, Stryker dapat dilengkapi dengan Remote Weapon Station (RWS) yang dapat dipasangi senapan mesin berat M2 Browning kaliber 12.7 mm, senapan mesin M240 7.62 mm atau peluncur granat otomatis MK19 40 mm. (RBS)

Foto: Tambon Ko Chan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *