Pertama kali, AS kerahkan Corsair USV untuk mengincar fasilitas pangkalan militer Iran

Corsair USV buatan Saronic TechnologiesSaronic Technologies
Corsair USV buatan Saronic Technologies.

AIRSPACE REVIEW – Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS untuk pertama kalinya dalam sejarah telah menggunakan kapal nirawak (unmanned surface vessels/USV) Corsair dalam operasi tempur nyata di Iran.

Serangan bersejarah ini dilancarkan ke Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas milik Iran, dengan target utama fasilitas pemeliharaan kapal dan kapal selam. CENTCOM menegaskan, pengerahan teknologi nirawak untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam dan menyerang jalur pelayaran komersial di kawasan tersebut.

Dalam serangan tersebut, militer AS mengerahkan tiga unit Corsair USV yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Saronic Technologies.

Melalui rekaman video berdurasi 24 detik yang dirilis oleh CENTCOM, terlihat detik-detik drone laut mendekati dermaga sasaran dari sudut pandang kapal, sebelum akhirnya rekaman udara memperlihatkan tiga ledakan berturut-turut yang menghantam infrastruktur pelabuhan Iran.

Arsitektur Modular dan Kecerdasan Buatan

Platform otonom berukuran panjang 7,3 meter ini didesain spesifik untuk mendukung konsep Replicator Initiative Pentagon, yakni pengerahan sistem nirawak massal berbiaya terjangkau di perairan rawan konflik.

Dari sisi kemampuan teknis, Corsair dibekali mesin diesel berkecepatan lebih dari 35 knot serta jangkauan operasional melebihi 1.850 kilometer dengan kapasitas muatan peledak hingga 453 kilogram.

Keunggulan utamanya terletak pada arsitektur modular serta pendekatan passive sensing berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkannya melacak target tanpa memancarkan sinyal elektromagnetik aktif yang dapat terdeteksi radar lawan.

Drone laut ini dioperasikan di bawah Task Force 59 Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain sejak Maret lalu.

Penyelamatan Awak Helikopter AH-64 Apache

Sebelum digunakan dalam misi aksi ofensif di Bandar Abbas, Corsair juga sempat mencatatkan sejarah saat membantu operasi penyelamatan dua awak helikopter AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS yang jatuh di lepas pantai Oman.

Penggunaan pertama drone laut dalam medan tempur ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas di Timur Tengah.

Baca di Sini: Corsair USV, si penyelamat awak helikopter Apache AS yang jatuh di lepas pantai Oman

Langkah ofensif AS ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, disusul dengan pengumuman pemberlakuan kembali blokade laut terhadap kapal-kapal Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.

Pemanfaatan drone laut oleh AS ini sekaligus menandai babak baru dalam modernisasi taktik perang maritim global. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *