Lebih jauh dan mematikan, drone Gerbera Rusia kini dilengkapi sayap baru dan tangki tambahan
Gastello Design BureauAIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan terus memodifikasi dan meningkatkan performa drone Gerbera. Langkah ini dilakukan dengan mengintegrasikan sayap baru serta tangki bahan bakar tambahan agar dapat drone ini terbang lebih jauh dan membawa muatan yang lebih mematikan.
Kabar mengenai pembaruan teknologi ini pertama kali diungkapkan oleh organisasi sukarelawan asal Ukraina, Sternenko Community. Kelompok ini secara aktif memantau dinamika perangkat militer dan taktik teror udara yang diluncurkan oleh pasukan Rusia.
Berdasarkan analisis terhadap unit drone Gerbera terbaru yang dikerahkan ke medan tempur, para ahli mengidentifikasi dua perubahan struktural yang sangat signifikan pada badan pesawat.
Penambahan Winglet
Pertama adalah pemasangan winglet, yaitu elemen aerodinamis vertikal tambahan yang dipasang di bagian ujung sayap.
Secara teknis, winglet berfungsi untuk mengurangi hambatan induksi (induced drag) yang disebabkan oleh pusaran udara (wingtip vortices) di ujung sayap saat pesawat mengudara.
Dengan meminimalkan hambatan tersebut, efisiensi sayap dalam menghasilkan gaya angkat (lift) akan meningkat drastis.
Penggunaan winglet ini memungkinkan aspek rasio aerodinamis drone meningkat tanpa harus memperlebar bentang sayap geometrisnya secara fisik.
Efek langsung dari perubahan ini adalah penurunan konsumsi bahan bakar, yang membuat drone dapat meluncur lebih stabil dan menempuh jarak yang jauh lebih panjang dari versi sebelumnya.
Tangki Bahan Bakar Eksternal
Modifikasi kedua adalah penambahan tangki bahan bakar eksternal jenis conformal yang dipasang di bagian atas fuselage (badan utama drone). Desain tangki ini dibuat mengikuti kontur bodi drone agar tidak merusak efisiensi aliran udara.
Pemasangan tangki eksternal ini membawa dua keuntungan taktis sekaligus bagi militer Rusia. Pertama, kapasitas bahan bakar yang meningkat secara otomatis memperluas radius operasional serangan drone.
Kedua, dengan dipindahkannya penampungan bahan bakar ke area luar bodi, volume ruang kosong di dalam internal fuselage menjadi lebih longgar. Ruang optimal yang tersisa ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan massa hulu ledak (warhead), sehingga daya hancur drone saat mencapai target akan jauh lebih besar.
Pihak pemantau militer Ukraina memperingatkan, drone Gerbera yang awalnya sering digunakan sebagai drone umpan berbiaya murah untuk menguras sistem pertahanan udara Ukraina, kini bertransformasi menjadi platform serang jarak jauh yang jauh lebih efisien, berbahaya, dan mematikan. (RNS)
