Sasar akurasi tinggi, Rusia pasang antena tahan panas 12-elemen di hidung rudal Iskander-M
Russian MoDAIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah meningkatkan kemampuan rudal balistik 9M723 Iskander-M dengan menyematkan sistem pemandu otonom baru yang jauh lebih kebal terhadap sistem peperangan elektronik (EW).
Kanal Telegram militer Colonel GSh melaporkan, rudal Iskander-M kini dilengkapi dengan antena digital multisaluran 12-elemen terbaru bernama Kometa-M12R-VT.
Langkah ini diambil Rusia untuk memastikan rudal taktis andalan mereka tetap bisa mengenai sasaran dengan akurat di tengah pekatnya gangguan sinyal (jamming) di medan perang.
Peningkatan Teknologi Kometa-M12R-VT
Peningkatan utama pada sistem ini terletak di bagian hidung rudal, di mana jajaran antena digital (digital antenna array/DAA) 12-elemen dipasang.
Antena ini bertugas menangkap sinyal navigasi satelit selama fase awal dan pertengahan penerbangan. Dengan 12 elemen pelacak, akurasi rudal meningkat tajam sekaligus membuatnya sangat sulit diganggu.
Sebagai gambaran teknis, para pakar militer mencatat bahwa untuk melumpuhkan sistem baru ini, musuh memerlukan setidaknya lebih dari 11 sumber gangguan elektronik berdaya tinggi yang bekerja secara bersamaan pada rentang frekuensi operasional yang sama.
Saat rudal memasuki fase akhir (terminal phase) mendekati target, kendali navigasi akan berpindah ke bagian ekor yang menggunakan modul Kometa-R8.
Bagian ekor ini dilengkapi dengan dua antena tahan panas ARP-4T (masing-masing 4-elemen). Kode “VT” pada antena baru ini diduga kuat merujuk pada modifikasi material yang tahan terhadap suhu ekstrem (high-temperature modification) akibat gesekan atmosfer berkecepatan tinggi.
Evolusi dan Upaya Penangkalan
Modul navigasi seri Kometa sebenarnya bukan barang baru di ekosistem militer Rusia. Komponen ini telah menjadi tulang punggung navigasi pada drone intai, drone kamikaze Shahed, hingga bom pintar berpemandu (UMPK) mereka.
Rusia terus meningkatkan jumlah elemen antena ini untuk mengimbangi teknologi pertahanan lawan. Pada Maret 2025, drone jenis Shahed terpantau menggunakan antena 16-elemen.
Kemudian pada Juli 2026, rudal Iskander-M resmi mengadopsi varian 12-elemen (Kometa-M12R-VT) dari yang sebelumnya hanya menggunakan seri Kometa-MR12.
Merespons pemutakhiran ini, Pasukan Pertahanan Ukraina tidak tinggal diam. Selain terus mengembangkan taktik perang elektronik yang lebih kuat, mereka juga melancarkan serangan langsung ke hulu produksi.
Pada pertengahan Juni 2026 lalu, Ukraina mengerahkan rudal jelajah FP-5 Flamingo untuk menyerang fasilitas perusahaan pertahanan VNIIR-Progress di Cheboksary, Rusia.
Fasilitas tersebut adalah sebuah pabrik utama yang memproduksi penerima dan antena GNSS untuk navigasi satelit militer Rusia (GLONASS, GPS, dan Galileo). (PN)
