Beradu kuat di Chili, A400M tantang dominasi KC-390 Millennium dan C-130J Super Hercules
WikimediaAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Spanyol secara resmi telah mengajukan proposal untuk menawarkan pesawat Airbus A400M Atlas bagi Angkatan Udara Chili (FACh).
Pesawat andalan Eropa ini akan berkompetisi langsung dua kompetitor berat yaitu Embraer KC-390 Millennium dari Brasil, Lockheed Martin C-130J Super Hercules dari AS, dan Leonardo C-27J Spartan (Italia).
Proposal tersebut dipresentasikan oleh Sekretaris Negara untuk Pertahanan Spanyol, Amparo Valcarce, dalam pertemuan resmi dengan otoritas Chile di pameran dirgantara FIDAE 2026.
Jangkauan Jauh
Spanyol menilai A400M merupakan solusi paling komprehensif untuk memenuhi kebutuhan transportasi strategis masa depan Chili karena menawarkan kombinasi kapasitas angkut yang besar, jangkauan jauh, serta fleksibilitas operasional yang tinggi.
Saat ini, pembaruan armada angkut menjadi salah satu program militer utama yang tengah dievaluasi oleh FACh.
Meskipun armada pesawat KC/C-130 Hercules milik Chili saat ini sedang menjalani modernisasi besar-besaran oleh perusahaan lokal ENAER —termasuk pemasangan baling-baling modern NP2000 berbilah delapan agar dapat beroperasi hingga dekade 2040-an— FACh tetap mencari platform baru yang dapat melengkapi atau menggantikan kapasitas tersebut dalam jangka panjang.
Di antara semua kandidat, A400M menonjol sebagai pesawat dengan ukuran terbesar. Pesawat ini mampu mengangkut beban hingga 37 ton.
A400M yang ditenagai mesin turboprop Europrop TP400-D6, mengisi celah kategori antara C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
Kompartemen kargo A400M yang luas memungkinkan pengangkutan kendaraan lapis baja, helikopter ukuran sedang, kontainer, hingga peralatan berat dalam satu kali penerbangan.
Cocok dengan Kondisi Geografis Chili
Selain itu, meskipun berukuran besar, A400M dirancang untuk dapat mendarat di landasan pacu yang pendek, tidak beraspal, maupun semi-permanen.
Kemampuan ini dinilai sangat krusial bagi Chili, mengingat kondisi geografis negaranya yang ekstrem, meliputi kawasan gurun, pegunungan tinggi, pulau-pulau lepas pantai, hingga kehadiran wilayah permanen di Antartika.
Airbus juga menonjolkan kemampuan multimisi dari A400M, mulai dari evakuasi medis, penerjun payung, pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling/AAR), hingga sistem modular pemadam kebakaran hutan yang mampu melepaskan 20.000 liter air sekali melintas.
Airbus mengatakan A400M dapat menjadi pelengkap ideal bagi armada C295 yang sudah dioperasikan Chili saat ini untuk membangun struktur logistik berjenjang yang efisien.
Kendati demikian, keputusan Chili diprediksi tidak akan mudah karena harus menimbang faktor biaya investasi dan operasional.
Biaya Akuisisi Lebih Besar
Di satu sisi, A400M menawarkan kapasitas superior namun membutuhkan biaya akuisisi yang jauh lebih tinggi dibanding para pesaingnya.
Di sisi lain, Embraer KC-390 dari Brasil menawarkan keunggulan biaya operasional yang lebih rendah, kecepatan jet, serta kedekatan industri regional, sementara C-130J menawarkan kelanjutan logistik bagi Chili yang sudah lama mengoperasikan keluarga Hercules.
Hingga saat ini, pemerintah Chili belum mengumumkan batas waktu resmi terkait keputusan yang akan diambil.
Namun, masuknya Spanyol secara resmi dalam persaingan ini dipastikan memperketat perebutan salah satu program penerbangan militer paling penting di Amerika Selatan dalam dekade berikutnya. (PN)
