Spanyol terima pesawat C295 generasi baru pertama untuk misi SAR laut, ini fiturnya

Pesawat C295 SAR Angkatan Udara SpanyolAirbus Defence and Space
Pesawat C295 SAR Angkatan Udara Spanyol.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol menerima pesawat C295 generasi baru pertama yang dikonfigurasi khusus untuk misi pencarian dan penyelamatan (SAR) laut.

Penyerahan ini menandai dimulainya pembaruan besar-besaran pada kemampuan pengawasan maritim negara tersebut.

Pesawat C295 ini diproduksi oleh Airbus Defence and Space di San Pablo, Sevilla, dan selanjutnya diterbangkan ke Pangkalan Udara Gando di Kepulauan Canary.

Di sana, pesawat akan dioperasikan oleh Wing 46 (Ala 46) yang mengemban tugas misi SAR, pengawasan maritim, serta dukungan keamanan di wilayah perairan luas milik Spanyol.

Program Modernisasi Rp29,8 Triliun

Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari program modernisasi penerbangan militer Spanyol yang sangat penting.

Pada Desember 2023, Pemerintah Spanyol menandatangani kontrak senilai 1,7 miliar euro (sekitar Rp29,8 triliun) untuk pengadaan 16 unit pesawat keluarga C295.

Paket pengadaan tersebut terbagi menjadi dua versi. Pertama adalah delapan unit versi Pesawat Pengawasan Maritim (MSA) untuk pengawasan laut dan operasi SAR.

Dan yang kedua, delapan unit versi Pesawat Patroli Maritim (MPA) untuk patroli maritim bersenjata, peperangan antikapalselam (ASW), dan peperangan antikapalpermukaan (ASuW).

    Armada baru ini secara bertahap akan menggantikan pesawat veteran CASA CN235 VIGMA yang telah lama digunakan untuk misi SAR.

    Selain itu, versi MPA akan memulihkan kemampuan strategis Spanyol dalam perang antikapalselam yang sempat hilang sejak dipensiunkannya armada Lockheed P-3 Orion.

    Fitur dan Teknologi Canggih

    Varian MSA yang baru saja diserahkan dilengkapi dengan rangkaian sensor mutakhir untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak kapal maupun target maritim lainnya.

    Sensor tersebut meliputi radar multimode beresolusi tinggi, sistem elektro-optik dan inframerah (EO/IR), penerima AIS untuk identifikasi otomatis kapal, serta tautan data taktis (data link) dan sistem komunikasi terenkripsi.

    Teknologi ini memungkinkan berbagi informasi secara real-time dengan pusat komando, kapal laut, dan pesawat lainnya.

    Dengan kemampuan tersebut, Spanyol dapat memperkuat misinya dalam mengatasi penyelundupan narkoba, imigrasi ilegal, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), pemantauan lingkungan, hingga perlindungan rute maritim strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania.

    Dari segi performa, C295 memiliki otonomi terbang yang tinggi. Tergantung pada konfigurasi misinya, pesawat ini mampu mengudara selama lebih dari 11 jam tanpa mengisi bahan bakar.

    Pesawat ini juga memiliki performa luar biasa pada kecepatan rendah —karakteristik krusial untuk pencarian visual dan koordinasi penyelamatan— serta mampu beroperasi di landasan pacu yang pendek atau tidak beraspal.

    Operator Terbesar di Eropa

    Spanyol dijadwalkan akan menerima dua unit pesawat MSA lagi pada tahun 2026 ini, sementara unit pertama untuk versi MPA (patroli maritim bersenjata) ditargetkan mulai bertugas pada tahun 2028.

    Seluruh proses produksi, pengembangan, dan integrasi sistem pesawat C295 untuk Spanyol dilakukan secara lokal di Sevilla, yang turut memperkuat industri kedirgantaraan domestik.

    Di pasar global sendiri, Airbus C295 merupakan platform yang sangat sukses dengan total pesanan melampaui 300 unit di seluruh dunia.

    Selain 16 unit versi maritim ini, Pemerintah Spanyol baru-baru ini juga menyetujui pembelian 18 unit tambahan C295 versi transportasi militer untuk menggantikan pesawat tua CN235 dan C212.

    Dengan demikian, total armada keluarga C295 milik Spanyol di masa depan akan mencapai 46 unit, menjadikannya salah satu operator C295 terbesar di Eropa. (RNS)

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *