DeepFinder, radar pengendus rudal hipersonik dari Thales, punya jangkauan 1.500 – 5.000 km
ThalesAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Prancis, Thales, secara resmi memperkenalkan DeepFinder, lini radar frekuensi ultratinggi (ultra-high-frequency/UHF) terbaru.
Radar canggih yang diperkenalkan di Eurosatory 2026 ini dirancang khusus untuk memberikan solusi peringatan dini (early-warning) yang mandiri bagi Eropa dalam menghadapi berbagai ancaman rudal masa kini.
Thales menghadirkan radar ini dalam dua versi utama. Pertama adalah DeepFinder Tactical yang bersifat bergerak dengan jangkauan deteksi mencapai 1.500 km.
Yang kedua adalah DeepFinder Strategic yang merupakan versi menetap dengan jangkauan luar biasa hingga 5.000 km dan sudut pandang sebesar 120 derajat.
Deteksi Target Siluman
Keunggulan utama dari seri DeepFinder terletak pada kemampuannya mendeteksi target udara yang dilengkapi dengan teknologi siluman (stealth).
Berkat frekuensi pemindaian yang sangat responsif, radar ini mampu melacak rudal dengan lintasan vertikal, menghitung titik dampak jatuhnya rudal balistik, hingga melacak penerbangan rudal hipersonik untuk menentukan titik awal peluncurannya.
Eric Marto selaku Wakil Presiden Strategi dan Pemasaran lini produk surface radars Thales menjelaskan bahwa kemampuan pelacakan lintasan vertikal dan kalkulasi titik peluncuran maupun dampak ini menjadi kelebihan krusial dalam sistem pertahanan rudal modern.
Secara teknis, versi taktis dari DeepFinder diproyeksikan menjadi pelengkap penting bagi baterai sistem pertahanan udara masa depan, SAMP/T NG.
Kehadirannya dipasang untuk menutupi keterbatasan radar kontrol tembakan Ground Fire 300 saat ini, yang dinilai belum cukup maksimal dalam memanfaatkan potensi penuh rudal baru ASTER 30 Block 1NT terhadap ancaman kompleks seperti rudal hipersonik atau balistik yang bermanuver.
Di sisi lain, versi strategisnya merupakan kelanjutan dari proyek Radar Jarak Sangat Jauh (DRTLP) milik Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis.
Jaringan Pengawasan Mandiri
Sementara varian lainnya yang disebut DeepFinder Space atau AURORE dikhususkan untuk melacak satelit serta objek antariksa di orbit rendah Bumi.
Di samping kecanggihan teknisnya, kehadiran DeepFinder membawa implikasi politik yang signifikan bagi lanskap pertahanan Eropa yang selama ini masih sangat bergantung pada sensor dan satelit milik Amerika Serikat.
Melalui inisiatif JEWEL (Joint Early Warning for a European Lookout) yang diluncurkan bersama oleh Prancis dan Jerman pada Oktober 2025, Eropa kini berusaha memangkas ketergantungan tersebut dengan menciptakan jaringan pengawasan mandiri berbasis radar tetap dan bergerak.
Dengan struktur modular yang dapat terus dikembangkan, DeepFinder digadang-gadang akan menjadi salah satu elemen kunci dalam mewujudkan proyek otonomi militer dan kemandirian pertahanan di benua biru tersebut. (RNS)
