F-35B AS mendarat di jalan raya di Finlandia, pertama kali dalam sejarah
USMC/DoW AIRSPACE REVIEW – Jet tempur siluman F-35B Lightning II milik Korps Marinir AS (USMC) melakukan operasi pendaratan dan lepas landas di sebuah jalan raya di Finlandia untuk pertama kalinya.
Ini adalah salah satu unjuk kemampuan Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dilaksanakan dalam latihan skala besar bertajuk Ramstein Flag 2026 pada 18-12 Juni lalu.
Manuver ini mempertegas salah satu tren utama perang modern di mana kemampuan menyebarkan (disperse) armada pesawat tempur merupakan salah satu upaya menjaga kelancaran operasi udara bila pangkalan udara utama diserang lawan.
Sekilas tampak mudah, namun sejatinya pendaratan di jalan raya menimbulkan risiko yang besar bila tidak disiapkan dengan baik dan direncanakan secara matang. Latihan diperlukan agar pilot dan tim teknis darat terbiasa dengan situasi emergensi.
Skadron VMFA-224 Fighting Bengals
Operasi pengalihan fungsi jalan raya ini dilakukan di wilayah Tervo, Finlandia Tengah. Jet tempur F-35B dari Skuadron VMFA-224 “Fighting Bengals” memanfaatkan jalan raya tersebut sebagai landasan pacu darurat.
Di lokasi tersebut, pesawat tidak hanya mendarat dan lepas landas, melainkan juga melakukan pengisian bahan bakar serta persiapan misi lanjutan dalam kondisi lingkungan yang terbatas guna mensimulasikan situasi pertempuran nyata.
Latihan ini juga mencatatkan sejarah baru bagi USMC, sebab ini merupakan pertama kalinya skadron mereka beroperasi langsung di jalan raya Finlandia sejak negara Nordik tersebut resmi bergabung dengan NATO pada tahun 2023.
Letak geografis Finlandia dinilai semakin strategis dalam memperkuat pertahanan sayap utara aliansi.
200 Jet Tempur Dikerahkan
Sebagai latihan udara terbesar NATO pada tahun 2026, Ramstein Flag mempertemukan lebih dari 200 pesawat tempur serta ribuan personel militer dari 18 negara anggota aliansi.
Selain F-35B milik AS, jet tempur F-16 milik Polandia dan EF-18 Hornet milik Spanyol turut ambil bagian dalam operasi di jalan raya ini.
Tujuan utama dari latihan ini adalah memvalidasi konsep pertahanan udara terintegrasi, superioritas udara, serta operasi di lingkungan dengan tingkat ancaman tinggi.
Di era modern, pangkalan udara konvensional rawan menjadi target prioritas serangan rudal jarak jauh, drone, maupun serangan siber.
Finlandia sendiri dikenal sebagai salah satu negara referensi dunia dalam taktik operasi udara tersebar (dispersed operations).
Sejak era Perang Dingin, Finlandia telah membangun jaringan jalan raya yang dirancang khusus untuk bisa dialihfungsikan menjadi landasan pacu darurat.
Taktik pertahanan ini kembali mendapat perhatian besar dan mulai diminati anggota NATO lainnya, terutama pascaserbuan Rusia ke Ukraina.
Finlandia sendiri berbatasan darat sepanjang 1.340 km dengan Rusia, menjadikannya perbatasan terpanjang yang dimiliki anggota NATO dengan Negeri Beruang Merah.
Melalui sekitar 150 sorti per hari dalam latihan ini, sekutu terus memperkuat kesiapan, interoperabilitas, dan pertahanan kolektif di sepanjang sayap utara NATO.
Keunggulan Fleksibilitas F-35B
Penggunaan jet tempur varian F-35B memegang peran kunci dalam strategi baru ini. Berbeda dengan varian F-35A atau F-35C, varian F-35B yang digunakan oleh USMC memiliki kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal (Short Take-Off and Vertical Landing/STOVL).
Kemampuan ini memungkinkannya beroperasi di area landasan yang sangat terbatas dan tempat-tempat darurat.
Melalui simulasi di Tervo, militer AS juga memvalidasi konsep operasi mereka yang dinamakan Expeditionary Advanced Base Operations (EABO).
Konsep ini mengandalkan penempatan tim dukungan dan pemeliharaan kecil di lokasi-lokasi depan yang bersifat sementara.
Dengan mengurangi ketergantungan pada pangkalan udara besar, pergerakan pasukan udara menjadi jauh lebih sulit dilacak dan dilumpuhkan oleh musuh.
Manuver ini melengkapi pencapaian serupa yang terjadi beberapa minggu sebelumnya pada bulan Mei 2026, ketika jet F-35B milik Angkatan Udara Italia juga melakukan latihan pendaratan jalan raya serupa di Finlandia dalam latihan bertajuk Imminent Field 26. (RNS)
