Bedah kompartemen kokpit Tu-22M3 yang memungkinkan empat krunya bisa eject

Model kit Tu-22M3 dengan empat pintu kokpit terbukaimodeler.com
Model kit Tu-22M3 dengan empat pintu kokpit terbuka.

AIRSPACE REVIEW – Tidak seperti pengebom strategis Amerika Serikat, B-1B Lancer, yang seluruh krunya duduk dalam satu kompartemen besar terintegrasi, Tu-22M3 punya tata letak kompartemen kokpit yang berbeda.

Desain itu pula yang memungkinkan keempat kru Tu-22M3 bisa melakukan eject dan selamat, seperti pada kecelakaan terbaru di Wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia.

Pada B-1B AS, kru pesawat juga bisa melakukan eject, yang merupakan perubahan dari sistem kapsul ke sistem eject secara berurutan.

Biro Desain Tupolev membagi kokpit Tu-22M3 menjadi dua kompartemen utama yang terpisah oleh dinding sekat (bulkhead), tetapi masih berada di bawah satu kanopi panjang.

Komposisi Tempat Duduk

Pesawat Tu-22M3 diawaki oleh 4 orang dengan formasi 2+2. Kompartemen depan diisi oleh Pilot dan Kopilot. Sementara kompartemen belakang diisi oleh Navigator dan Operator Sistem Senjata (WSO).

Pilot duduk di kursi sebelah kiri yang sekaligus bertindak selaku komandan di pesawat. Sementara kopilot duduk di kursi sebelah kanan, juga di kokpit depan.

Pilot dan kopilot mengendalikan pesawat menggunakan tuas kontrol konvensional (control column/yoke) berbentuk huruf “W”.

Kompartemen depan memiliki visibilitas melalui kaca kokpit utama yang dilengkapi sistem pemanas untuk mencegah pembekuan (anti-icing).

Sementara itu di kompartemen belakang, diisi oleh Navigator dan Operator Sistem. Navigator duduk di kursi sebelah kiri. Dia bertanggung jawab dalam hal navigasi rute dan pelepasan senjata/bom.

Kursi sebelah kanan diduduki oleh Operator Sistem Senjata/Perang Elektronik (WSO). WSO punya tanggung jawab dalam hal radar, perang elektronik, dan kontrok kanon pertahanan ekor.

Berbeda dengan kompartemen kokpit bagian depan, kompartemen di kokpit bagian belakang ini sangat minim visibilitas luar.

Kokpit untuk Navigator dan WSO hanya punya jendela samping berukuran kecil (portholes), sehingga kedua awak yang duduk di kokpit belakang ini hampir sepenuhnya bergantung pada instrumen analog, radar, dan layar radar navigasi.

Akses Masuk dan Keluar Pintu Kanopi

Pengebom Tu-22M3
Russian MoD Pesawat pengebom Tu-22M3 Rusia.

Untuk masuk ke tempatnya masing-masing, keempat kru Tu-22M3 akan masuk melalui keempat pintu kokpit terpisah yang membuka ke arah atas (model hatch).

Karena posisinya yang tinggi, seluruh kru harus menaiki tangga luar yang disiapkan dan disandarkan ke bodi pesawat. Lalu mereka tinggal masuk dan duduk di kursi lontar masing-masing.

Untuk diketahui, salah satu perubahan paling radikal pada interior varian Tu-22M2, yang dilanjutkan ke Tu-22M3, adalah penggunaan Kursi Lontar KT-1 (Kreslo Tretyakova-1).

Pada Tu-22 versi awal (Blinder), kursi lontar kru meluncur ke bawah. Hal ini sangat berbahaya jika terjadi keadaan darurat pada ketinggian rendah atau saat lepas landas/mendarat.

Sehingga, mulai varian Tu-22M2, sistem tersebut dirombak total. Kursi lontar KT-1 melontar ke atas.

Kursi lontar ini memiliki batas operasional minimum (paling aman) pada kecepatan di atas 130 km/jam untuk ketinggian nol (saat take-off atau landing run).

Urutan pelontaran darurat diatur secara otomatis agar antarkru tidak bertabrakan di udara. Kru di kokpit belakang akan terlontar terlebih dahulu, baru kemudian disusul oleh kru di kokpit depan.

Varian Lama Masih Serba Analog dan Padat

Mengingat Tu-22M2 dikembangkan dan bertugas aktif pada era Perang Dingin, pada dekade 1970-an, bagian dalam kokpit dipenuhi oleh teknologi analog:

Panel instrumen depan dan belakang dipenuhi oleh ratusan indikator mekanis berbentuk bulat, sakelar toggle, dan lampu indikator.

Warna panel interior umumnya menggunakan warna khas jet tempur Soviet, yaitu hijau kebiruan (turquoise) yang diyakini secara psikologis dapat mengurangi kelelahan mata kru selama misi yang panjang.

Di kompartemen belakang, Navigator berhadapan dengan layar tabung sinar katoda (CRT) besar untuk Radar Rubin-1G (atau Down Beat dalam kode NATO) serta sistem pembidikan bom elektro-optik/TV 015T untuk membidik target secara visual dari ketinggian.

Untuk misi jarak jauh yang memakan waktu berjam-jam, kenyamanan mereka sangat terbatas pada posisi duduk, meskipun kokpit sudah dilengkapi sistem pengondisian udara (AC) dan tekanan kabin (pressurized cabin).

Seperti Kokpit Jet Tempur, Tidak Punya Toilet

Tu-22M2 dirancang sebagai pembom supersonik taktis-strategis yang harus terbang sangat cepat dan seringkali terbang rendah untuk menembus pertahanan udara musuh.

Pada pengebom besar AS seperti B-1B atau B-52, bagian dalam kokpitnya menyerupai ruangan “kantor mini” atau kabin kapal selam, di mana kru bisa melepas sabuk keselamatan, menoleh ke belakang, berdiri, atau bahkan pergi ke toilet darurat.

Di Tu-22M2, hal itu tidak bisa dilakukan. Begitu masuk melalui pintu kanopi masing-masing, kru langsung “terkunci” di kursi lontar mereka, persis seperti pilot jet tempur di pesawat mereka. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *