USN pesan 50 prototipe Blackbeard, rudal hipersonik berbiaya murah berkecepatan 5 Mach

Rudal hipersonik Blackbeard buatan Castelion CorporationCastelion Corporation

AIRSPACE REVIEW – Senjata hipersonik selama ini dikenal sebagai salah satu kategori amunisi serang presisi paling mahal dalam inventaris militer global. Dengan biaya produksi mencapai puluhan juta dolar per unit dan waktu pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun, senjata ini menjadi barang “mewah” di medan perang.

Namun, Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) kini mencoba mendobrak tren tersebut. USN bertaruh pada konsep baru yang jauh lebih ekonomis dengan menggandeng Castelion Corp, sebuah perusahaan rintisan (startup) teknologi pertahanan yang berbasis di Torrance, California.

USNresmi memberikan kontrak senilai 23,4 juta USD kepada Castelion untuk memproduksi 50 prototipe pra-produksi rudal serang hipersonik Blackbeard, lengkap dengan 50 kontainer penyimpanan dan pengiriman khusus. Proyek ini dijadwalkan rampung pada Desember 2027.

Program pengembangan rudal Blackbeard terbilang sangat progresif. Castelion hanya membutuhkan waktu kurang dari dua setengah tahun untuk beralih dari desain awal hingga melakukan lebih dari 25 uji terbang.

Melihat potensi besar ini, Departemen Perang AS (Pentagon) bahkan telah menandatangani perjanjian kerangka kerja produksi dengan Castelion pada Mei 2026.

Perjanjian ini memberikan jaminan pembelian minimum 500 rudal Blackbeard per tahun setelah fase pengujian dan validasi selesai sepenuhnya.

Sebagai rudal serang hipersonik, Blackbeard dirancang untuk melesat dengan kecepatan melebihi 5 Mach di sepanjang lintasan terbangnya.

Kecepatan ekstrem ini membuatnya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara modern paling canggih sekalipun.

Selain unggul dalam kecepatan dan efisiensi biaya, Blackbeard juga menawarkan fleksibilitas peluncuran yang sangat tinggi (multi-platform).

Rudal ini dapat dioperasikan melalui berbagai wahana, antara lain wahana darat menggunakan sistem peluncur roket multi-laras M142 HIMARS, wahana udara oleh jet tempur F/A-18E/F Super Hornet, dan wahana laut dengan diluncurkan dari kapal perang berawak maupun wahana permukaan nirawak.

Untuk mematangkan kemampuan peluncuran dari wilayah perairan, Castelion telah menjalin kolaborasi strategis dengan Saronic, perusahaan spesialis pembuat kapal nirawak.

Keduanya tengah bekerja sama untuk mengintegrasikan rudal Blackbeard dengan Marauder MUSV (Medium Unmanned Surface Vehicle). Demonstrasi peluncuran rudal dari kapal nirawak ini ditargetkan berlangsung pada tahun 2027.

Kombinasi antara rudal hipersonik berbiaya murah Blackbeard dan kapal nirawak Marauder berpotensi menciptakan doktrin baru dalam taktik serangan maritim terdistribusi (distributed maritime operations) bagi pasukan AS dan para sekutunya di masa depan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *