India targetkan pengembangan radar AESA Virupaksha untuk Su-30MKI rampung tahun ini
TASS AIRSPACE REVIEW – Astra Microwave Products Limited dari India mengumumkan pengembangan komponen inti dari radar Active Electronically Scanned Array (AESA) Virupaksha, yaitu Active Antenna Array Unit (AAAU) kini telah memasuki tahap akhir.
Dalam pemaparan kinerja keuangan perusahaan, Astra Microwave mengonfirmasi bahwa keseluruhan sistem radar tersebut ditargetkan selesai dirakit dan siap diserahkan kepada Angkatan Udara India (IAF) pada akhir tahun 2026 ini.
Jantung Modernisasi Super Sukhoi
Radar Virupaksha dirancang oleh Electronics and Radar Development Establishment (LRDE), sebuah lembaga di bawah naungan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO).
Radar ini menjadi pilar utama dalam program peningkatan masif senilai ₹63.000 crore (sekitar Rp122 triliun) bertajuk “Super Sukhoi”.
Pada tahap awal, proyek ini menyasar peningkatan pada 84 unit jet tempur Su-30MKI sebelum nantinya diterapkan ke seluruh armada.
Sistem buatan lokal ini akan menggantikan radar pasif N011M Bars buatan Rusia yang dinilai sudah usang.
Sebagai mitra pengembangan sekaligus produksi (Development Cum Production Partner/DcPP), Astra Microwave bertanggung jawab penuh dalam membangun AAAU.
Unit ini merupakan jantung teknologi radar yang menampung sekitar 2.400 modul Transmit/Receive berbasis Gallium Nitride (GaN) tingkat lanjut.
Teknologi GaN ini memungkinkan radar memancarkan sinyal yang lebih kuat dan mengelola panas secara lebih efisien dengan bobot yang jauh lebih ringan.
Kemampuan Tempur Melonjak Tajam
Kehadiran radar Virupaksha diproyeksikan akan mengubah peta kekuatan udara India secara drastis, yaitu meningkatkan kapabilitas Su-30MKI setara dengan jet tempur generasi 4.5.
Berdasarkan spesifikasinya, radar ini mampu melacak hingga 100 target udara secara bersamaan.
Radar ini dalat mendeteksi jet tempur konvensional dari jarak lebih dari 300 hingga 400 km dan bahkan mengidentifikasi pesawat siluman dengan radar cross-section rendah dari jarak melebihi 200 km.
Jika dipadukan dengan persenjataan jarak jauh domestik India, seperti rudal Astra Mk-III, jet tempur Su-30MKI yang telah ditingkatkan akan memiliki keunggulan mutlak berupa “first look, first shot” (melihat lebih dulu, menembak lebih dulu) di medan pertempuran.
Setelah Astra Microwave menyelesaikan unit antena aktif ini, komponen tersebut akan diintegrasikan ke platform radar yang lebih luas sebelum memasuki uji coba penerbangan yang ketat menuju fase produksi massal.
Selain fokus pada proyek pertahanan negara, Astra Microwave juga mengungkapkan rencana strategisnya untuk meluncurkan beberapa produk komersial berbasis hak kekayaan intelektual (IP) milik mereka sendiri sebelum festival Diwali 2026.
Selain digunakan di dalam negeri, India berencana untuk memasarkan radar AESA ini ke pasar internasional. (RNS)
