Batal belanja Rp42 triliun, Norwegia ‘putus hubungan’ dengan HH-60W Jolly Green II
USAF AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Norwegia dilaporkan telah membatalkan rencana untuk mengakuisisi sembilan unit helikopter pencarian dan penyelamatan tempur (combat search and rescue) Sikorsky HH-60W Jolly Green II buatan Amerika Serikat.
Langkah ini diambil karena Oslo memilih untuk mengalihkan fokus pada prioritas pertahanan lainnya.
Ketertarikan Norwegia terhadap HH-60W —helikopter yang awalnya dikembangkan khusus untuk Angkatan Udara AS (USAF)— pertama kali terungkap pada tahun lalu melalui pemberitahuan Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales) oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS.
Saat itu, nilai estimasi pengadaan helikopter beserta peralatan terkaitnya mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar 2,6 miliar USD (sekitar Rp42,3 triliun), atau hampir 300 juta USD per unitnya.
Namun, sejak pengumuman tersebut, proses akuisisi tidak menunjukkan perkembangan lebih lanjut.
Badan Material Pertahanan Norwegia kini telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan melanjutkan kesepakatan tersebut.
“Kami dapat memastikan bahwa kami tidak akan menandatangani LOA (Letter of Acceptance) dalam tenggat waktu yang ada saat ini,” ujar perwakilan dari badan pertahanan Norwegia tersebut.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa pembatalan ini didorong oleh perubahan prioritas pengeluaran anggaran pertahanan yang ditetapkan pada Maret lalu.
Hal ini menuntut adanya prioritisasi yang sangat ketat di antara berbagai program akuisisi dalam rencana pertahanan jangka panjang negara yang telah direvisi.
Awalnya, helikopter HH-60W direncanakan untuk menggantikan sebagian dari 18 unit armada helikopter tua Bell 412 milik Angkatan Udara Kerajaan Norwegia (RNoAF).
Armada ini biasanya dioperasikan untuk mendukung kebutuhan angkatan darat serta pasukan khusus.
Dengan adanya dokumen rencana pengeluaran baru pada bulan Maret, proses pengadaan tersebut kini resmi ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Akuisisi helikopter untuk mendukung pasukan khusus dan pasukan darat dari Angkatan Bersenjata Norwegia telah ditunda,” tegas dokumen tersebut.
CSAR Generasi Terbaru
Sikorsky HH-60W Jolly Green II adalah helikopter penyelamat tempur generasi terbaru yang dikembangkan khusus untuk USAF guna menggantikan armada HH-60G Pave Hawk.
Mengambil basis dari helikopter legendaris UH-60M Black Hawk, “Jolly Green II” dirancang dengan fokus utama pada misi pencarian dan penyelamatan personel di medan perang yang paling berbahaya dan terisolasi (Combat Search and Rescue/CSAR).
Peningkatan paling mencolok pada varian ini terletak pada kapasitas tangki bahan bakar internalnya yang digandakan, memberikan jangkauan terbang yang jauh lebih luas tanpa mengorbankan ruang kabin, serta dilengkapi dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
Ketangguhan HH-60W di wilayah udara musuh didukung oleh sistem pertahanan diri yang sangat canggih dan terintegrasi, mencakup sensor peringatan ancaman radar, laser, dan rudal, serta dispenser chaff dan flare untuk mengelabuhi serangan lawan.
Heli dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau senapan mesin putar GAU-2 Minigun untuk memberikan tembakan perlindungan saat mengevakuasi personel.
Di dalam kokpit, para penerbang dimanjakan oleh sistem avionik modern berbasis glass cockpit yang mutakhir, sistem misi taktis yang saling terintegrasi, serta kemampuan komunikasi satelit yang memastikan koordinasi real-time di medan laga.
Dengan kombinasi daya tahan terbang yang tinggi, proteksi maksimal, dan sistem navigasi segala cuaca, HH-60W Jolly Green II menjadi aset krusial yang menjamin bahwa tidak ada satu pun prajurit yang tertinggal di belakang garis musuh. (RNS)
