Cetak pilot pesawat tempur modern, ITPS dari Kanada akuisisi jet latih M-346 dari Italia
Leonardo AIRSPACE REVIEW – Sekolah Pilot Uji Internasional (ITPS) dari Kanada melakukan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan dirgantara asal Italia, Leonardo, untuk mendatangkan jet latih lanjut M-346 T Block 20.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 26 Mei 2026 ini akan menciptakan armada jet latih tempur Leonardo M-346 swasta pertama di kawasan Amerika Utara.
Kerja sama ini mencakup kontrak pembelian enam unit pesawat M-346 T Block 20, dengan opsi tambahan enam unit lagi di masa mendatang.
Armada jet latih modern bermesin ganda (twin-engine) ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2029 di International Tactical Training Centre (ITTC) yang berlokasi di North Bay, Ontario.
Langkah strategis ini diambil demi menjawab tingginya kebutuhan pelatihan pilot tempur bagi negara-negara anggota NATO.
Saat ini, angkatan udara NATO tengah memperluas armada jet tempur generasi keempat dan kelima mereka seperti F-35, Rafale, Typhoon, dan Gripen secara masif, namun terkendala oleh kapasitas cetak pilot baru yang terbatas.
Jet Leonardo M-346 Block 20 dirancang khusus sebagai sistem Lead-In Fighter Training (LIFT) digital. Kehadiran pesawat ini akan menggantikan peran armada pesawat latih lawas milik ITPS seperti L-39 Albatros dan Hawker Hunter T.7 yang selama ini digunakan sebagai simulator taktis udara (surrogate aggressor).
Berbeda dengan pesawat lawas era 1950-an hingga 1970-an, M-346 Block 20 mengusung teknologi mutakhir yang dirancang khusus untuk mensimulasikan lingkungan jet tempur generasi kelima dengan biaya operasional yang jauh lebih murah.
Pesawat ini dilengkapi sistem quadruplex digital fly-by-wire yang memungkinkan instruktur mengubah karakteristik kendali pesawat agar menyerupai jet tempur garis depan tertentu.
Di bagian kokpit, M-346 mengintegrasikan Large Area Display (LAD) tunggal, kontrol HOTAS (Hands On Throttle-and-Stick), serta kompatibilitas dengan tampilan helm (helmet-mounted display) dan lensa malam (NVG).
Pesawat juga dilengkapi dengna Embedded Tactical Training System (ETTS). Sistem simulasi taktis terintegrasi ini mampu menyimulasikan fungsi radar, targeting pod, ancaman rudal, hingga peperangan elektronik (EW) tanpa perlu memasang perangkat keras tempur asli di pesawat.
Didukung oleh dua mesin turbofan Honeywell/ITEC F124-GA-200, pesawat ini mampu menembus kecepatan transonik melebihi Mach 1.1 tanpa menggunakan afterburner.
Melalui arsitektur Live-Virtual-Constructive (LVC) yang dimiliki ITPS, pilot yang sedang terbang di udara nantinya dapat berinteraksi secara real-time dengan ancaman buatan komputer serta pilot lain yang berada di simulator darat.
Bagi Leonardo, kontrak ini memperkuat pijakan mereka di pasar pelatihan penerbangan taktis Amerika Utara, setelah sebelumnya sempat menghadapi kegagalan dalam program T-X dan T-100 milik Angkatan Udara AS.
Meskipun nilai kontrak ini tidak dipublikasikan ke publik, pemanfaatan opsi tambahan enam unit pesawat ke depannya diproyeksikan akan menjadikan ITPS sebagai salah satu operator non-pemerintah dengan armada M-346 terbesar di dunia. (RW)
