Raytheon menerima kontrak untuk mengirimkan sistem pertahanan udara NASAMS ke Kuwait
RaytheonAIRSPACE REVIEW – Raytheon, anak perusahaan RTX Corporation, telah menerima kontrak senilai 1 miliar USD dari Angkatan Darat AS pada 26 Mei 2026 untuk mengirimkan sejumlah sistem NASAMS ke Kuwait melalui program Penjualan Militer Asing (FMS) pemerintah AS.
Proses manufakturnya akan dilakukan dari fasilitas milik Raytheon di Tewksbury, Massachusetts, dengan penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada 26 Mei 2031.
Pengadaan NASAMS ini untuk mengantisipasi serangan udara dari Iran, yang mungkin terjadi di masa mendatang.
NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) adalah sistem pertahanan udara berbasis darat yang dikembangkan bersama oleh Raytheon dan perusahaan pertahanan Kongsberg Defence & Aerospace, Norwegia.
Sistem pelacakan dan akuisisi targetnya dipasok oleh Kongsberg, sedangkan Raytheon bertanggung jawab memasok rudal dan integrasi sistemnya.
AMRAAM dan Sidewinder
Sebagai senjatanya tersedia pilihan AIM-120 AMRAAM, AMRAAM-ER, dan AIM-9X Sidewinder. Semua senjata dikembangkan berdasarkan rudal udara ke udara.
Rudal AIM-120 AMRAAM memiliki jangkauan tembak antara jarak 25 km hingga 30 km dan mencapai ketinggian antara 14 km hingga 21 km.
Versi rudal AIM-120 AMRAAM-ER (Extended Range), memiliki jangkauan yang diperluas hingga 40 km hingga 50 km dan mampu mencegat target pada ketinggian hingga 35,7 km.
Sedangkan rudal AIM-9X Sidewinder digunakan untuk pertahanan udara jarak pendek, dengan jangkauan antara 16 km hingga 24 km dan ketinggian 6 km hingga 15 km.
Sedangkan AN/MPQ-64 Sentinel yang berfungsi sebagai mata sistem NASAMS, adalah radar susunan bertahap yang mampu mendeteksi dan melacak lebih dari 60 target secara bersamaan hingga jarak 120 hingga 180 km.
Sistem NASAMS dirancang untuk menembak jatuh ancaman udara termasuk pesawat, helikopter, drone, hingga rudal jelajah.
Setiap baterai NASAMS biasanya terdiri dari beberapa peluncur yang masing-masing membawa enam rudal, pusat distribusi tembakan, dan satu atau dua sistem radar.
Komposisi tersebut akan memberikan operator kemampuan untuk menyerang beberapa ancaman secara bersamaan dari posisi yang tersebar. (RBS)
