Pancarkan kode 7700, drone canggih MQ-4C Triton AS hilang misterius di Teluk Persia
Northrop Grumman AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat tanpa awak (drone) pengintai maritim paling canggih milik Angkatan Laut AS (US Navy), MQ-4C Triton, dilaporkan hilang secara misterius saat sedang menjalankan misi di atas perairan Teluk Persia, dekat Selat Hormuz.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dipantau oleh para analis sumber terbuka (OSINT), insiden ini terjadi pada tanggal 22 Februari 2026 lalu.
Drone dengan nomor registrasi 169660 dan kode panggil (callsign) OVRLD1 tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab sebelum akhirnya menghilang dari radar.
Laporan menyebutkan bahwa drone Triton tersebut terbang di ketinggian sekitar 32.900 kaki (hampir 10.000 m) di ruang udara internasional.
Sebelum hilang sepenuhnya dari sistem pelacakan seperti Flightradar24, drone seharga 220 juta USD (sekitar Rp3,4 triliun) itu sempat memancarkan kode darurat “7700”. Ini adalah kode internasional untuk menandakan adanya situasi darurat atau kegagalan teknis pada pesawat.
Hingga saat ini, Pentagon maupun militer AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai nasib akhir drone tersebut. Namun, para pakar militer dan analis keamanan melontarkan beberapa spekulasi.
Dugaan pertama, drone mengalami kegagalan teknis mengingat munculnya sinyal darurat 7700 di radar ATC. Kemungkinan drone mengalami kerusakan mesin atau kegagalan sistem kritis secara mendadak.
Dugaan kedua adalah akibat perang elektronik (EW) oleh sistem pengacak sinyal (jamming) atau spoofing dari pihak luar yang menyebabkan hilangnya komunikasi dan kendali pesawat.
Mengingat lokasi hilangnya drone berada di dekat wilayah Iran, yang memiliki sejarah menjatuhkan drone AS di masa lalu seperti RQ-4 Global Hawk pada 2019, spekulasi mengenai serangan fisik juga mencuat, meski belum ada bukti yang mengonfirmasi hal ini, lapor The War Zone.
Perlu dicatat bahwa hilangnya drone MQ-4C Triton tersebut terjadi sebelum Perang AS-Israel vs Iran pecah pada 28 Februari.
MQ-4C adalah platform intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan daya tahan tinggi yang dirancang khusus untuk memantau wilayah laut yang sangat luas secara terus-menerus selama lebih dari 24 jam.
Kehilangan satu unit platform ini merupakan kerugian besar bagi kapabilitas pengawasan AS di kawasan yang sedang tegang tersebut.
Meskipun terjadi insiden ini, US Navy dilaporkan tetap melanjutkan operasi pengintaian di kawasan tersebut dengan menerbangkan unit Triton lainnya hanya beberapa hari setelah kejadian. (RNS)
