Pesawat C-130J Super Hercules Prancis-Jerman kini lebih kebal terhadap serangan rudal

C-130J Super Hercules LuftwaffeLuftwaffe

AIRSPACE REVIEW – Armada pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Super Hercules milik skadron gabungan Prancis dan Jerman, baru-baru ini telah mendapatkan “perisai” tambahan yang lebih canggih.

Perusahaan teknologi Terma dari Denmark, telah memasang sistem pengontrol pintar yang membuat pesawat angkut ini jauh lebih aman saat terbang di wilayah berbahaya.

Sejumlah sistem perlindungan telah diintegrasikan oleh Terma terhadap armada C-130J tersebut, seperti sensor canggih yang bisa mendeteksi datangnya rudal musuh secara otomatis.

Dengan perangkat tambahan tersebut, pilot tidak perlu lagi mencari ancaman secara manual di tengah kepanikan.

Pesawat juga dilengkapi dengan penangkal laser (Directed Infrared Countermeasure/DIRCM). Perangkat ini akan menembakkan sinar khusus untuk membutakan sensor rudal musuh, jika ada rudal yang mengejar panas yang dikeluarkan oleh mesin pesawat C-130J.

Keunggulan utama lainnya sistem dari Terma ini adalah sifatnya yang fleksibel. Jika di masa depan ada teknologi sensor atau senjata baru yang lebih hebat, angkatan udara bisa langsung memasangnya tanpa harus merombak seluruh pesawat dari nol.

Penambahan sistem perlindungan pada pesawat menjadi penting karena ancaman yang datang semakin besar, termasuk terhadap pesawat angkut.

Dengan peningkatan ini, kru pesawat bisa menjalankan misi dengan tenang karena pesawat mereka punya perlindungan waktu nyata yang bekerja dalam hitungan detik. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Jayahdi berkata:

    Drpd cuman omong2 g jelas mending terbangin di rusia buat ujicoba tahan rudal apa g 🤣🤣🤣🤣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *