Pentagon kesulitan menjawab berapa lama Perang Iran akan berlangsung
AP, US Navy AIRSPACE REVIEW – Menteri Perang AS Pete Hegseth menolak untuk mengatakan berapa lama operasi militer AS menyerang Iran akan berlangsung. Hal ini dikatakan Hegseth sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan konflik tersebut mungkin akan segera berakhir.
Dalam konferensi pers Departemen Perang (Pentagon) pada hari Selasa, seorang reporter bertanya kepada Hegseth untuk memberikan penilaiannya tentang sejauh mana militer AS telah menjalankan kampanyenya melawan Iran, yang disebut Operasi Epic Fury.
Hegseth menjawab bahwa Trump akan menentukan tujuan apa yang perlu dicapai dan bagaimana keadaan akhir konflik tersebut.
“Dia yang mengendalikan jalannya. Dialah yang memutuskan — dialah yang terpilih atas nama rakyat Amerika — kapan kita mencapai tujuan-tujuan tertentu tersebut. Jadi, bukan tugas saya untuk menyatakan apakah itu awal, tengah, atau akhir. Itu adalah wewenangnya, dan dia akan terus mengomunikasikannya,” tandas Hegseth.
Ia menambahkan bahwa militer AS memberikan pembaruan harian kepada Trump tentang operasi militer melawan Iran sehingga Presiden AS dapat membuat keputusan tersebut sesuai dengan situasi.
Pada hari Senin, Trump mengatakan perang melawan Iran “akan segera berakhir,” tetapi ia menambahkan, “Jika perang itu dimulai lagi, mereka akan dihantam lebih keras lagi.”
Trump tidak menyebutkan secara spesifik seberapa cepat ia memperkirakan perang melawan Iran akan berakhir, tetapi ia menambahkan bahwa ia tidak memperkirakan perang itu akan berakhir minggu depan.
Perkiraan terbaru Trump tentang berapa lama operasi militer melawan Iran dapat berlangsung muncul setelah ia mengatakan kepada wartawan pada tanggal 2 Maret lalu, bahwa Operasi Epic Fury dapat berlangsung selama sebulan atau lebih.
“Kami memperkirakan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu,” kata Trump di Gedung Putih saat memberikan tiga Medali Kehormatan kepada tentara AS.
Sejak operasi militer digelar pada 28 Februari, militer AS telah menghancurkan lebih dari 5.000 target, kata Jenderal Angkatan Udara Dan. Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, kepada wartawan pada hari Selasa.
Lebih dari 50 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan sejauh ini, termasuk kapal induk drone.
Ia juga mengatakan bahwa serangan rudal balistik dan drone Iran telah menurun masing-masing 90% dan 83% sejak awal konflik.
Namun, meskipun sejumlah pemimpin tinggi Iran telah tewas, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Hosseini Khamenei, rezim Iran belum menunjukkan tanda-tanda menerima tuntutan Trump untuk “penyerahan tanpa syarat.”
Iran juga mampu terus melancarkan serangan terhadap Israel dan negara-negara lain di Timur Tengah, termasuk beberapa negara yang menampung pasukan AS, seperti Bahrain, Qatar, dan Kuwait.
Pejabat AS belum secara terbuka mengatakan berapa banyak instalasi militer Amerika di wilayah tersebut yang telah diserang atau seberapa parah kerusakannya.
Sebanyak tujuh anggota militer AS telah tewas dalam dua serangan Iran yang terpisah sejak perang dimulai. Enam prajurit cadangan yang ditugaskan ke Komando Logistik ke-103 tewas dalam serangan pesawat tak berawak pada 1 Maret di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.
Seorang prajurit ketujuh tewas karena luka-lukanya pada 8 Maret setelah terluka parah seminggu sebelumnya selama serangan di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.
Pada hari Selasa, Hegseth mengatakan kepada wartawan bahwa kampanye yang sedang berlangsung melawan Iran “bukanlah tahun 2003,” merujuk pada invasi Irak yang dipimpin AS untuk menggulingkan diktator Saddam Hussein, yang berubah menjadi konflik berkepanjangan yang berlangsung selama lebih dari delapan tahun.
“Kami tidak membiarkan misi meluas. Presiden telah menetapkan misi yang sangat spesifik untuk dicapai, dan tugas kami adalah untuk tanpa henti mewujudkannya,” pungkas Hegseth. (RNS)

Jelas menteri nya jg pusing liat ulah trump yg g jelas dmn pas trump ditanya soal as serang sekolah putri di iran malah dijaeab trump itu tomahawk punya iran 🤣 sejak kapan oran punya tomahawak ? Sampai menterinya ada disamping jg ditanya malah jawab masih dlm.penelidikan 🤣 trump selalu bohong dan nggedabrus