Admiral Brad Cooper Panglima CENTCOM, siapakah dia?
Via X AIRSPACE REVIEW – Komando Pusat Amerika Serikat (USCENTCOM atau biasa ditulis CENTCOM) menjadi salah satu sorotan terbesar saat ini, terkait serangan besar-besara AS (bersama Israel) terhadap Iran dalam Operation Epic Fury yang digelar sejak tanggal 28 Februari 2026.
CENTCOM lah yang mengoordinasi dan mengorkestrasi semua serangan militer AS, khususnya terhadap Teheran, yang kemudian menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi militer Iran.
Pada hari Kamis sore, 5 Maret 2026, atau hari keenam Operation Epic Fury, Panglima CENTCOM Admiral Brad Cooper menyampaikan pernyataan resmi mengenai keberhasilan AS menghancurkan lebih tiga puluh kapal perang Angkatan Laut Iran, termasuk kapal induk drone Shaid Bagheri.
Menghancurkan Angkatan Laut Iran, merupakan salah satu mandat dari Presiden AS Donald Trump kepada CENTCOM selain tujuan lain seperti menghancurkan rudal-rudal iran dan fasilitas nuklirnya, selain juga mungkin agenda tujuan-tujuan tersembunyi AS lainnya.
Perang yang telah berjalan enam hari ini terus menunjukkan eskalasi. Iran pun tidak tinggal diam setelah mendapat serangan pembuka dari Israel. Teheran meluncurkan ribuan drone dan rudal balistik ke Israel dan seluruh pangkalan AS di Timur Tengah.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh masing-masing negara yang bertikai ini semakin masif dengan jumlah korban yang telah mencapai lebih dari ribuan orang (update data menyusul).
Kita belum tahu sampai berapa lama perang ini akan berakhir, dan apakah akan semakin banyak negara yang terlibat. Inggris dan Prancis telah mengirimkan kekuatan lautnya ke Mediterania untuk menjaga pangkalan-pangkalan militer yang mereka gunakan untuk tidak ikut menjadi target serangan Iran.
Kembali ke CENTCOM, Komando Pusat yang bermarkas besar di Markas Besar CENTCOM di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa, Florida, Amerika Serikat ini, merupakan Komando Tempur Terpadu (Unified Combatant Command).
CENTCOM tidak memiliki unit militer permanen yang melekat padanya. Sebaliknya, CENTCOM berfungsi sebagai markas besar yang mengoordinasi kekuatan dari seluruh matra militer Amerika Serikat yang ditugaskan di wilayah tanggung jawabnya, mencakup Timur Tengah, Asia Tengah, dan sebagian Asia Selatan.
CENTCOM membawahi lima komando komponen yang masing-masing mewakili cabang angkatan bersenjata AS, yaitu US Army Central (ARCENT), US Naval Forces Central Command (NAVCENT), US Air Forces Central (AFCENT), US Marine Forces Central Command (MARCENT), dan US Space Forces Central (SPACECENT).
CENTCOM juga membawahi Komando Khusus dan Gugus Tugas (Functional & Joint Task Forces), mencakup Task Force Scorpion Strike, SOCCENT (Special Operations Command Central), dan Task Force 59.
Dalam operasi militer terhadap Iran ini, CENTCOM juga mengoordinasi kekuatan gabungan, mencakup Gugus Tugas Kapal Induk, Kekuatan Udara Strategis, dan Sistem Pertahanan Rudal.
Dengan kekuatannya yang sangat besar, tidak mengherankan bila jabatan Panglima CENTCOM, diemban oleh perwira tinggi berpangkat bintang empat yang saat ini dijabat oleh Admiral Brad Cooper.
Sebutan Panglima, terasa lebih pas dibanding Komandan, walau pengertiannya sama yaitu Commander, karena luasnya kekuatan militer yang dibawahinya.
Publik kemudian bertanya, siapakah Brad Cooper?
Charles Bradford “Brad” Cooper II adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) berpangkat Admiral atau Laksamana.
Ia resmi menjabat posisi Panglima CENTCOM sejak Agustus 2025 setelah dicalonkan oleh Presiden Donald Trump.
Cooper bertanggung jawab atas seluruh operasi militer AS di wilayah konflik yang sangat dinamis, termasuk interaksi dengan Iran, Israel, dan negara-negara Teluk.
Sebelum menjabat sebagai Panglima CENTCOM, ia adalah Wakil Panglima CENTCOM periode 2024–2025.
Sebelumnya lagi, Cooper pernah menjabat sebagai Panglima Armada ke-5 AS (NAVCENT) di Bahrain (2021–2024), di mana ia memelopori integrasi sistem nirawak (drone) dan kecerdasan buatan (AI) melalui Task Force 59.
Ia juga pernah memimpin kapal perusak USS Russell (DDG 59) dan kapal penjelajah USS Gettysburg (CG 64) dan pernah bertugas di Gedung Putih dan menjadi penasihat utama bagi Menteri Dalam Negeri Afghanistan.
Cooper lulus dari Akademi Angkatan Laut AS (USNA) pada tahun 1989. Ia juga memegang gelar Master dalam Intelijen Strategis dari National Intelligence University dan telah menempuh studi kebijakan keamanan nasional di Universitas Harvard dan Tufts. (RNS)
