Jerman mulai mengoperasikan kapal selam tanpa awak BlueWhale buatan Israel untuk melacak aktivitas Armada Baltik Rusia

kapal selam otonom Israel BlueWhaleIAI

AIRSPACE REVIEW – Jerman secara resmi telah menerima kendaraan bawah air otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) BlueWhale dari Israel Aerospace Industries (IAI) guna memperkuat armada angkatan lautnya di Laut Baltik.

Upacara penyerahan kapal dilakukan oleh IAI dan perusahaan Jerman Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) di pangkalan angkatan laut Eckernförde setelah serangkaian uji coba yang sukses di Laut Baltik.

TKMS mengatakan, Laut Baltik adalah salah satu area operasional yang paling sulit dan menantang bagi Angkatan Laut Jerman.

Meskipun dikembangkan oleh IAI di Israel, divisi Atlas Elektronik dari TKMS bertanggung jawab untuk mengintegrasikan sistem sonar khusus yang dirancang untuk peperangan antikapal selam.

Kapal ini dibangun untuk melakukan berbagai peran, termasuk tugas antikapal selam dan operasi maritim rahasia.

Wahana ini mampu melakukan pengintaian dengan mendeteksi target di bawah air dan di permukaan, mengumpulkan data akustik, dan mengidentifikasi ranjau laut di dasar laut.

BlueWhale, juga dikenal sebagai ELI-3325, pertama kali dipamerkan secara resmi pada Mei 2025 di pameran IMDEX di Singapura.

Sebelumnya, wahana ini telah didemonstrasikan kepada Angkatan Laut Portugal selama latihan REPMUS dan Dynamic Messenger.

BlueWhale memiliki panjang 10,9 m dan berat 5,5 ton. Kapal selam ini dapat tetap berada di bawah permukaan air hingga empat minggu pada kedalaman maksimum 300 meter. Kecepatan di bawah air sekitar 13 km/jam.

BlueWhale dirancang untuk menjalankan misi yang biasanya dilakukan oleh kapal selam berawak berukuran besar, namun dengan risiko dan biaya yang jauh lebih rendah.

Kapal ini dilengkapi dengan tiang teleskopik seperti periskop yang membawa radar dan sensor optik untuk menjalankan tugas Intelijen dan Pengawasan (ISR).

Kapal dilengkapi dengan sonar towed array (sonar yang ditarik di belakang kapal) untuk melacak kapal selam lawan secara pasif.

BlueWhale mampu beroperasi selama beberapa minggu di bawah air tanpa perlu muncul ke permukaan.

Salah satu keunggulan utamanya adalah ukurannya. Kapal ini bisa dimasukkan ke dalam kontainer standar 40 kaki, sehingga sangat mudah dipindahkan melalui jalur darat, laut, atau udara ke mana pun ia dibutuhkan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *