Italia telah mengirimkan dua kapal selam mini DRASS DS8 SDV ke Indonesia: Untuk pengintaian bawah air hingga serangan menggunakan torpedo ringan

Italia mengirimkan dua kapal selam mini DRASS DS8 SDV ke IndonesiaDRASS

AIRSPACE REVIEW – Drass Galeazzi Srl (DRASS), perusahaan pertahanan dan teknologi bawah laut terkemuka dari Italia, dikabarkan telah mengirimkan dua kapal selam mini DRASS DS8 SDV (Swimmer Delivery Vehicle) kepada Kementerian Pertahanan RI untuk digunakan oleh TNI Angkatan Laut.

Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut untuk memperkuat kemampuan peperangan khusus bawah air, khususnya untuk melengkapi Satuan Pasukan Katak (Satpaska).

DS8 SDV dilengkapi dengan kemampuan otonom canggih, mengintegrasikan sistem panduan dan navigasi mutakhir bersama dengan rangkaian periskop optronik yang lengkap.

Semua fungsi otonom telah divalidasi secara ketat selama uji coba di laut yang komprehensif, yang mengkonfirmasi keandalan, keamanan, dan kesiapan operasional platform.

Disebutkan bahwa sebagai bagian dari program pengiriman, DRASS telah melakukan pelatihan awak DS8 SDV di laut yang ekstensif untuk memastikan operator Indonesia sepenuhnya siap mengoperasikan kapal selam mini senyap ini di lingkungan operasional dunia nyata.

DRASS mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari mitra-mitranya yang berharga, CSG dan Republik Palindo, yang kolaborasinya telah berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaan pengiriman ini.

Pencapaian ini menggarisbawahi dedikasi DRASS terhadap keunggulan teknologi, keandalan operasional, dan kemitraan jangka panjang dalam memperkuat kemampuan pertahanan bawah laut Indonesia.

Musuh yang Tidak Terlihat

Mengacu pada uraian mengenai DS8 SDV di laman DRASS, disebutkan bahwa kendaraan bawah air ini masuk dalam kategori sebagai “Musuh yang Tidak Terlihat”.

DS8 SDV adalah kapal selam perang yang sangat efektif, licik, dan senyap untuk misi sabotase dan intelijen.

Kapal selam mini ini dirancang untuk mengangkut peralatan ofensifnya dan mengangkut hingga delapan penyelam tempur, dari pangkalan operasional seperti kapal atau kapal selam, ke target yang dituju seperti kapal yang ditambatkan/dijangkar, pelabuhan, atau instalasi pantai.

Setelah pasukan selesai melaksanakan tugasnya, DS8 kembali mengangkut mereka kembali ke pangkalan.

Berkolaborasi degnan Leonardo

Dalam rilis perusahaan sebelumnya, DRASS dan Leonardo pada tahun 2024 telah berkolaborasi menjalin kemitraan strategis untuk menghasilkan DS8 SDV.

Disebutkan bahwa kapal selam selam siluman yang dirancang untuk misi patroli dan intelijen ini, kini dapat dikonfigurasi dengan kemampuan peluncuran torpedo ringan opsional.

Kapal dilengkapi dengan dua tabung peluncuran torpedo ringan Black Scorpion dari Leonardo, DS8 kini menghadirkan platform canggih dan siap tempur untuk Perang Antikapal Selam (ASW) dan misi keamanan maritim.

Selama uji coba di laut, DS8 SDV berhasil meluncurkan torpedo Black Scorpion baik dalam kondisi statis maupun dinamis, menunjukkan kesiapan platform untuk misi-misi penting yang disesuaikan dengan lingkungan keamanan maritim yang kompleks saat ini.

Black Scorpion adalah torpedo ringan berdiameter 5 inci yang dirancang khusus untuk operasi di perairan dangkal.

Sebagai produk baru dari Leonardo, torpedo ini menampilkan teknologi dan inovasi pertahanan bawah laut terbaru.

Fitur-fitur canggihnya menjadikannya ideal untuk melawan kapal permukaan yang bergerak cepat dan kapal selam konvensional di kedalaman, memberikan pencegahan dan pertahanan yang tak ternilai terhadap terorisme maritim.

Dengan kedalaman operasional maksimum 50 msw dan dapat diangkut pada kedalaman 100 msw, DS8 diposisikan dengan kuat sebagai solusi serbaguna untuk patroli penting wilayah dan aset maritim, pengumpulan intelijen, dan tindakan balasan asimetris. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *