Pakistan resmi meluncurkan Operation Ghazab Lil Haqq terhadap Afghanistan, kedua pihak saling klaim mengenai target yang berhasil dihancurkan
PAF AIRSPACE REVIEW – Pakistan secara resmi telah meluncurkan operasi militer berskala besar dengan nama Operation Ghazab Lil Haqq (Ghazab lil-Haq) terhadap wilayah Afghanistan.
Menurut laporan media, operasi ini diluncurkan sebagai balasan atas apa yang disebut Pakistan sebagai “serangan provokasi” dari pihak Taliban Afghanistan di sepanjang perbatasan (Garis Durand).
Ketegangan memuncak setelah pihak Afghanistan mengklaim telah menyerbu belasan pos perbatasan Pakistan pada 26 Februari 2026.
Pakistan melakukan serangan udara dan darat dengan menyasar instalasi militer di wilayah Kabul, Kandahar, dan Paktia. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, bahkan menyebut situasi ini sebagai “perang terbuka”.
Dalam operasi militer tersebut, Pakistan mengklaim telah menewaskan lebih dari 133 pejuang Taliban dan menghancurkan berbagai pusat komando serta gudang amunisi.
Namun pernyataan tersebut dibantah pihak Afghanistan dan menyebut serangan Pakistan telah mengenai warga sipil.
Taliban mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-16 Pakistan. Namun pernyataannya ini masih diperdebatkan.
Saat Ini konflik kedua negara masih sangat panas dan memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi yang lebih luas di kawasan Asia Selatan, terutama karena Pakistan memiliki senjata nuklir.
Di media sosial beredar klip-klip video yang memperlihatkan adanya mobilisasi besar-besaran pasukan darat Pakistan ke arah wilayah Paktia dan Khost.
Pakistan terus menggunakan aset udara untuk menyerang posisi-posisi strategis di Kandahar, yang mereka klaim sebagai pusat logistik bagi serangan lintas batas. Ribuan warga sipil di kedua sisi perbatasan dilaporkan mulai mengungsi.
Sekretaris Jenderal PBB telah menyerukan gencatan senjata segera dan mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan guna menghindari perang skala penuh yang dapat mengacaukan kawasan.
Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Pakistan untuk menahan diri, sambil menekankan bahwa stabilitas di kawasan tersebut adalah prioritas utama.
China, sebagai sekutu dekat Pakistan, menyerukan penyelesaian melalui dialog. Update konflik akan terus diperbarui. (RNS)
