Dua tahun penerbangan perdana KAAN: Dari prototipe ke program uji terstruktur

Tiga prototipe KAANSSB

AIRSPACE REVIEW – Turkish Aerospace (TA) secara resmi memperkenalkan tiga prototipe jet tempur generasi kelima KAAN. Prototipe dengan kode P0, P1, dan P2 ini diperlihatkan bersamaan dengan peringatan dua tahun penerbangan perdana KAAN, yang terbang pertama kali pada 21 Februari 2024.

Pengenalan ini juga sekaligus menandai transisi KAAN dari tahap demonstrator tunggal ke program uji terbang multipesawat yang sistematis.

Perusahaan mengatakan, masing-masing prototipe memiliki peran spesifik dalam pengembangannya.

    Prototipe P0 digunakan untuk memvalidasi sistem kendali terbang dan performa dasar udara dalam berbagai misi uji coba.

    Prototipe P1, yang pengerjaannya hampir selesai, dijadwalkan terbang pada tahun ini, 2026. Prototipe ini memiliki desain lebih aerodinamis dan fitur siluman yang lebih matang.

    Salah satu perubahan pada P1 yang tampak jelas adalah pada lubang udara dan geometri hidung pesawat. Saluran masuk udara (intake) lateral telah digeser sedikit ke belakang relatif terhadap kokpit dan menunjukkan penampang yang jauh lebih besar.

    Analis menilai, perubahan ini akan meningkatkan aliran massa dan volume internal untuk sistem dan ruang senjata.

    Secara khusus, bagian tengah pesawat tampak melebar secara signifikan, menunjukkan upaya untuk meningkatkan ruang internal yang dapat digunakan untuk avionik misi, unit pembangkit dan distribusi daya, sistem pendingin, dan berpotensi kapasitas bahan bakar tambahan.

    Modifikasi ini mendukung integrasi sensor yang lebih canggih, perangkat peperangan elektronik, dan arsitektur komputasi tanpa mengorbankan keseimbangan aerodinamis.

    Badan pesawat bagian tengah yang lebih lebar ini juga memungkinkan distribusi bobot dan kemudahan perawatan yang lebih baik sambil mempertahankan margin pertumbuhan untuk peningkatan di masa mendatang. Perubahan fisik lainnya terlihat pada dengan desain bidang ekor.

    Pada prototipe P1 ini panel yang dapat digerakkan lebih proporsional dan lebih sejajar di sepanjang tepi belakang, memberikan tampilan aerodinamis dan berorientasi siluman yang lebih bersih dan lebih kontinu.

    Stabilisator telah disempurnakan dengan geometri trapesium yang lebih menonjol, ujung sudut yang lebih tajam, dan penyelarasan tepi yang lebih bersih.

    Permukaan yang diperbarui ini tampak lebih mirip dengan jet F-22 Raptor milik AS, terutama dalam sapuan, tepi belakang yang terpotong, dan integrasi bentuk keseluruhan yang berorientasi siluman, tulis Army Recoginiton.

    Evolusi ini menunjukkan penyempurnaan aerodinamis dan kemampuan siluman, yang bertujuan untuk meningkatkan kontrol pitch dan kontrol sudut serang tinggi sekaligus mengurangi jejak radar lebih lanjut melalui penyelarasan tepi dan permukaan yang lebih baik.

    Sementara terkait P2, prototipe yang masih dalam perakitan ini akan digunakan untuk uji untuk uji kualifikasi sistem dan ketahanan (fatigue testing).

    Sensor Canggih

    Prototipe P1 dilengkapi dengan sensor canggih buatan Aselsan. Pesawat dibekali Karat IRST (Infrared Search and Track), yaitu sistem pencarian dan pelacakan inframerah untuk mendeteksi musuh tanpa memancarkan sinyal radar.

      Kemudian ada Toygun EOTS (Electro-Optical Targeting System), yaitu sistem penargetan elektro-optik untuk serangan presisi darat dan identifikasi udara jarak jauh.

      Perusahaan menjelaskan, tujuh prototipe KAAN akan dibuat (hingga prototipe P6) dan nantinya akan mengganti mesin General Electric F110 dari Amerika Serikat dengan mesin domestik TF-35000 pada dekade berikutnya.

        KAAN dirancang untuk keunggulan udara dan serangan dalam. Pesawat juga akan bertindak sebagai “komandan” bagi drone pendamping seperti ANKA-3 dan KIZILELMA, kata perusahaan menegaskan. (RNS)

        Mungkin Anda juga menyukai

        Tinggalkan Balasan

        Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *