Apakah Amerika Serikat berniat mencegah pengembangan jet tempur siluman KAAN Turkiye?

Apakah AS mencegah pengembangan jet KAAN Turkiye (1)Via X

AIRSPACE REVIEW – Seorang warganet yang mengaku dari Azerbaijan berkomentar di akun Instagram Airspace Review tentang bendera Arab Saudi yang ditempelkan di model skala jet tempur KAAN di ajang World Defense Show 2026, yang sedang berlangsung di Riyadh.

Ia mengatakan bahwa Amerika tidak ingin jet tempur KAAN siap dan karenanya mencoba mencegah Turkiye.

Ditambahkan bahwa selain dengan Arab Saudi, negosiasi Turkiye dilakukan dengan Pakistan, Indonesia, dan Spanyol.

Dalam unggahan di Instagram, Airspace Review menulis laporan bahwa Turkish Aerospace (TUSAS) sedang melaksanakan pembicaraan tingkat tinggi dengan pihak Arab Saudi terkait kemungkinan kerja sama termasuk potensi akuisisi 20-100 jet tempur siluman KAAN oleh Riyadh.

Laporan tersebut mengutip pernyataan Mehmet Demiroğlu, General Manager Turkish Aerospace, kepada Anadolu Agency di ajang pameran pertahanan dua tahunan tersebut.

Mesin yang Digunakan KAAN Buatan AS

Program jet tempur KAAN Turkiye, sebelumnya dikenal sebagai TF-X, merupakan ambisi terbesar Turkiye (dulu Turki) untuk mencapai kemandirian udara melalui pesawat tempur generasi kelima.

Proyek ini sudah berjalan 15 tahun sejak diluncurkan oleh Komite Pelaksana Industri Pertahanan (SSIK) Turki pada tahun 2010. Program ini dijalankan untuk menggantikan armada F-16 Angkatan Udara Turki (TuAF).

Pada saat desain awal, Turki mendapat dukungan teknis dari BAE Systems, perusahaan pertahanan Inggris.

Program TF-X berjalan pelan dan mencapai momentum baru pada tahun 2019 ketika Ankara dikeluarkan oleh Amerika Serikat dari program jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin, AS.

Sejak itu pula, Turkiye kemudian melakukan upaya-upaya akselerasi program TF-X yang kemudian berubah nama menjadi KAAN.

Pada tahun 2020, perakitan pertama komponen prototipe TF-X dimulai. Pada 2023 prototipe pesawat KAAN pertama (P0) resmi diperkenalkan ke publik (roll-out).

Pada bulan Mei 2023, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan secara resmi mengumumkan nama jet tempur siluman nasional ini sebagai KAAN, yang bermakna “Raja Diraja” atau “Pemimpin” dalam sejarah Turki.

Hingga saat ini TUSAS sudah berhasil membuat tiga unit prototipe KAAN.

Prototipe 0 (P0) KAAN sukses mengudara perdana pada 21 Februari 2024. Saat ini, pesawat tersebut difokuskan sebagai platform untuk uji sistem darat dan menurut laporan tidak lagi dijadwalkan untuk terbang rutin.

Kemudian Prototipe 1 (P1) sedang dalam tahap akhir integrasi sistem dan uji ground resonance. Dijadwalkan, P1 akan terbang perdana pada Mei atau Juni 2026.

Selanjutnya adalah Prototipe 2 (P2), yang juga sedang menjalani perakitan akhir. P2 ditargetkan mengudara pada akhir 2026.

Setelah itu, Prototipe 3 (P3) dijadwalkan terbang pada awal 2027. Prototipe ini akan memiliki desain yang lebih matang dengan sejumlah perubahan untuk penyempurnaannya, termasuk pada bagian air intake.

Saat ini seluruh prototipe KAAN masih menggunakan mesin F110-GE-129 buatan General Electric Aerospace (GE Aerospace) dari Amerika Serikat.

Mesin ini dikenal sebagai mesin kelas IPE (Improved Performance Engine), dan menjadi salah satu mesin jet tempur paling populer di dunia.

Desainnya yang tangguh membuat F110-129 dipilih untuk memperkuat pesawat tempur garis depan berbagai negara.

Mesin ini antara lain digunakan pada pesawat F-16C/D Block 50/52, F-16 Block 70/72 (Viper), F-15SA, F-15K, F-15SG, hingga F-15EX.

Karena mesin ini sangat populer, GE telah pun memberikan izin kepada beberapa negara untuk merakit atau memproduksi komponennya secara lokal.

Harapan Pada TEI

Turkiye melalui Tusaş Engine Industries (TEI) adalah salah satu negara yang mendapat kepercayaan dari GE Aerospace sebagai salah satu manufaktur komponen mesin F110-129 terbesar di dunia.

TEI memproduksi ratusan bagian penting komponen mesin F110-129 sejak tahun 1990-an. Sedangkan kerja sama produksi seri mesin sebelumnya yaitu F110-GE-100 telah berlangsung selama 40 tahun.

Selain Turkiye, masih ada Jepang melalui IHI Corporation dan Korea Selatan melalui Hanwha Aerospace yang membuat komponen mesin F110-129 .

Turki memang belum mampu membuat mesin untuk jet tempur KAAN. Namun dengan berbekal pengalamannya, saat ini TEI sedang menggenjot pengembangan mesin domestik TF35000 yang ditargetkan siap sepenuhnya pada tahun 2032.

Mesin TF35000, bagaimanapun, menjadi kunci utama bagi Turkiye, untuk bisa lepas dari pengaruh politik AS dalam pengembangan jet tempur KAAN ke depan.

Tanpa produksi mesin buatan dalam negeri, Ankara masih dimungkinkan terkena pembatasan politik oleh Washington untuk melarang ekspor jet tempur KAAN.

Meskipun mesin KAAN saat ini adalah buatan Amerika Serikat, Turkiye melalui TEI sebenarnya sudah mampu memproduksi sekitar 60-70% komponen mesin F110-129 tersebut secara mandiri di pabrik mereka di Eskişehir.

Jadi, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam waktu kurang dari satu dekade ke depan, Turkiye sudah bisa melengkapi jet tempur siluman KAAN menggunakan mesin TF35000.

Prancis dengan industri dalam negeri Safran yang memproduksi mesin M88 untuk jet tempur Dassault Rafale, telah terbebas dari kententuan kontrol AS, sehingga Rafale pada akhirnya mendapat pasar ekspor yang tinggi saat ini.

Faktor Downgrade F-35

Amerika Serikat tentu tidak ingin pasar jet tempur F-35 menguap di Arab Saudi, gara-gara Riyadh berpindah haluan ke KAAN.

Untuk diketahui, AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyetujui penjualan F-35 ke Arab Saudi pada akhir tahun 2025.

Dikabarkan saat itu bahwa Arab Saudi berniat untuk memesan sekitar 48 unit F-35A sebagai bagian dari paket modernisasi besar-besaran senilai miliaran dolar.

Penjualan tersebut merupakan bagian dari “Perjanjian Pertahanan Strategis Bersejarah” yang ditandatangani saat kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Washington DC pada November 2025.

Selain F-35, AS juga menyepakati penjualan sekitar 60 unit F-15EX Eagle II dan pesawat tanker untuk memperkuat jangkauan operasional Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF).

So, ya mungkin saja AS akan menghambat pengembangan jet tempur KAAN bila Trump atau Presiden AS berikutnya berkehendak seperti itu.

Akan halnya bagi Arab Saudi, proposal KAAN dari Turkiye menarik minat karena menawarkan transfer teknologi yang lebih longgar dibandingkan program F-35 yang sangat tertutup. Tentu saja, syarat pembeliannya juga lebih dari 50 unit atau hingga 100 unit.

Ankara memberikan harapan bagi Riyadh untuk menuju kemandirian dan membangun industri pertahanan dalam negeri lebih besar lagi.

Faktor lain yang membuat Arab Saudi galau atas tawaran F-35 AS, karena ada pembatasan atau syarat doiwngrade yang diajukan Israel ke AS, sebagai bentuk protes rencana penjualan F-35 ke negara-negara Timur Tengah selain kepada dirinya.

Maka, F-35 yang ditawarkan AS kemungkinan besar adalah varian yang kapabilitas perangkat lunaknya dibatasi, agar tidak melebihi spek F-35I Adir milik Israel.

Bagaimana pun, AS dan Turkiye tentu bersaing untuk memperoleh cuan dari Arab Saudi melalui penjualan sistem persenjataan, termasuk dalam hal ini jet tempur generasi kelima.

Jadi, apakah AS akan mencegah pengembangan jet tempur KAAN Turkiye? Jawabannya: bisa saja.

Sampai sini, paham ya…? (RNS)

5 Replies to “Apakah Amerika Serikat berniat mencegah pengembangan jet tempur siluman KAAN Turkiye?”

  1. Masih banyak komponen KAAN yang belum dibuat secara mandiri oleh Turki. Sejatinya, baik KAAN dan KF 21 serupa dengan Gripen. Mesin masih menggunakan produk AS, begitu juga perangkat avionik dan sensor. Ibarat naga dilepas kepalanya tapi dipegang buntutnya.
    KAAN lebih fleksibel karena Turki bisa beralih ke pemasok Eropa (namun hubungan teagang dengan beberapa negara Eropa bisa jadi penghalang), sementara KF 21 full bergantung ke AS. Gak banyak pilihan di segmen ini.

  2. Lebih baik membeli mesin pesawat dengan rusia, karena sudah terbukti kemampuannya, malahan pihak amerika juga bergantung pada mesin pesawat dari amerika, untuk pendorong roket dan pesawat tempur, yang tentu saja di amerka akan mereka modifikasi untuk keperluan dalam negeri amerika

  3. Sambil menunggu bisa menyelesaikan mesinnya sendiri, Turkiye bisa bekerjasama dgn Rusia utk memasok mesin pengganti di pespur Gen5 Kaan, menggantikan mesin GE eks AS. Tinggal Turkiye dan Rusia mau menganggap urgen nggak kerjasama itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *