Israel selesai menguji sistem pertahanan udara David’s Sling dari kapal kargo sipil
Via X AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Israel pada 11 Februari2026 mengumumkan selesainya serangkaian uji coba sistem pertahanan udara dan rudal David’s Sling yang telah ditingkatkan.
Sistem tersebut menjalani serangkaian uji coba yang dirancang untuk menilai efektivitasnya dalam berbagai skenario pertempuran melawan ancaman saat ini dan di masa mendatang.
Kementerian menyatakan bahwa mereka menyusun skenario ini berdasarkan pengalaman pertempuran aktual dengan David’s Sling dalam konflik baru-baru ini.
Moshe Fattal, Kepala Direktorat Tembok di Direktorat Penelitian & Pengembangan Pertahanan (DDR&D) Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan uji coba tersebut berhasil diselesaikan dengan sukses.
Foto dan video yang diterbitkan oleh kementerian menunjukkan bahwa sistem tersebut juga diuji dari kapal permukaan, dalam hal ini kapal kargo, bukan kapal militer.
Sebelumnya sejak 2017, David’s Sling dioperasikan Israel secara eksklusif sebagai sistem berbasis darat.
Menurut siaran pers kementerian, David’s Sling berfungsi sebagai lapisan pertahanan utama dalam arsitektur pertahanan udara dan rudal berlapis Israel, bersama dengan sistem senjata Arrow, Iron Dome, dan sistem laser Iron Beam.
Pengembangan sistem ini dipimpin oleh Kementerian Pertahanan Israel, melalui IMDO di dalam DDR&D, bekerja sama dengan industri pertahanan dan Badan Pertahanan Rudal AS (MDA).
David’s Sling dirancang untuk mencegat berbagai ancaman termasuk roket, rudal, rudal jelajah, pesawat terbang, dan UAV.
Sistem ini menggunakan rudal pencegat Stunner, yang merupakan amunisi berpendorong roket berbahan bakar padat dua tahap.
Rudal tersebut memiliki jangkauan efektif 70 hingga 300 km, ketinggian intersepsi 50.000 hingga 75.000 m, dan kecepatan terbang hingga Mach 7,5 (2,55 km/detik).
Rudal-rudal tersebut tidak membawa hulu ledak. Target dicegat dengan benturan langsung. Setiap rudal Stunner dilengkapi dengan pencari multimode, tautan data tiga pita, dan penanggulangan elektronik dan inframerah.
David’s Sling dibuat oleh Rafael Advanced Defense Systems sebagai pengembang utamanya. Sementara perusahaan Amerika Raytheon (bagian dari RTX) sebagai mitra dalam pembuatannya.
Elbit Systems dan ELTA (bagian dari Israel Aerospace Industries) juga terlibat sebagai subkontraktor yang memproduksi stasiun radar EL/M-2084.
Uji coba David’s Sling pada Februari 2026 ini, merupakan kelanjutan dari uji coba siklus peningkatan sebelumnya yang diselesaikan pada Agustus 2025
Siklus peningkatan ini disusun berdasarkan pengalaman tempur dan mengevaluasi kinerja David’s Sling terhadap roket, rudal, rudal jelajah, pesawat terbang, dan UAV dalam kondisi operasional yang menantang.
Publikasi juga menunjukkan bahwa menyusul Operasi Rising Lion (perang 12 hari melawan Iran), spesialis dari Direktorat Pertahanan Rudal Kementerian Pertahanan Israel melakukan modifikasi pada sistem David’s Sling.
Catatan Redaksi AR:
Kapal kargo yang digunakan, mengacu pada pemberitaan tersebut, adalah kapal kargo sipil, bukan kapal militer, walaupun namanya tidak disebutkan.
Penggunaan kapal kargo berfungsi sebagai “laboratorium apung” untuk menguji algoritma penembakan di laut yang memiliki tantangan guncangan gelombang, sebelum nantinya diintegrasikan ke kapal perang sebenarnya.
Kapal kargo komersial yang digunakan bisa merupakan kapal sewaan khusus sebagai platform sementara untuk pengujian.
Kapal kargo sipil lazim dipilih karena memiliki dek yang cukup luas untuk menampung peluncur rudal (launcher) dan sistem radar EL/M-2084 tanpa memerlukan integrasi permanen ke sistem navigasi kapal. (RNS)
