Vietnam mengakuisisi drone kamikaze Spike Firefly senilai 250 juta USD dari Israel
Janes AIRSPACE REVIEW – Vietnam telah menandatangani kontrak akuisisi drone kamikaze Maoz (Spike Firefly) senilai 250 juta USD (Rp4,19 miliar) dengan perusahaan pertahanan Rafael Advanced Defense Systems dari Israel. Akuisisi ini memungkinkan drone tersebut diproduksi secara lisensi di Vietnam.
Melalui kesepakatan tersebut, Israel akan memberikan transfer teknologi dan manufaktur lokal Maoz yang sebelumnya digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel dalam pertempuran.
Intelligence Online melaporkan, kontrak tersebut mencakup pendirian fasilitas produksi Maoz di Vietnam. Produksi akan dilakukan oleh perusahaan lokal Vietnam yang ditunjuk untuk menjalankan pabrik tersebut.
Spike Firefly dirancang sebagai drone serang sekali pakai yang dikendalikan operator. Drone ini diluncurkan dari tabung portabel dan kemudian melayang di atas area target. Drone akan meledak sesuai perintah setelah operator mengkonfirmasi targetnya.
Spike Firefly, juga dikenal sebagai L-Spike 1x, dipersiapkan untuk pasukan darat, khususnya di lingkungan perkotaan dan kompleks.
Amunisi ini menyediakan video waktu nyata kepada operator, sehingga memungkinkan verifikasi target sebelum peledakan dan memungkinkan pembatalan misi jika diperlukan.
Drone Maoz memiliki jangkauan operasional hingga 5 km, tergantung pada profil misi. Sistem ini ditenagai listrik dan dioptimalkan untuk misi jelajah berdurasi pendek yang mendukung infanteri, unit khusus, dan pasukan ringan yang beroperasi di dekat garis depan.
Drone ini dilengkapi dua baling-baling yang berputar berlawanan (atas-bawah), sehingga memungkinkannya lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) serta melayang (hovering) dengan stabil meski di gang sempit.
Satu unit lengkap drone Maoz berisi tiga drone, unit kontrol, dan ransel yang keseluruhan berbobot total sekitar 15 kg, sehingga bisa dibawa oleh satu orang prajurit.
Jika target tidak ditemukan atau serangan dibatalkan, drone ini bisa diperintahkan kembali ke operator dan mendarat dengan aman untuk digunakan lagi.
Rafael mengatakan, drone ini telah diekspor ke 42 angkatan bersenjata di seluruh dunia.
Dengan portofolio tersebut, Maoz/Spike Firefly menempati peran yang berbeda sebagai drone bunuh diri yang menggabungkan pengintaian, pemilihan target, dan serangan presisi dalam satu platform sekali pakai.
Kesepakatan ini mencerminkan kerja sama pertahanan yang berkelanjutan antara Israel dan Vietnam, yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Vietnam telah mencari sistem serangan, pengawasan, dan intelijen canggih sambil juga memprioritaskan produksi dalam negeri dan transfer teknologi sebagai bagian dari kebijakan pengadaan pertahanannya. (RNS)
