Babcock dan Frankenburg mengembangkan sistem antidrone berbiaya murah untuk perlindungan maritim

Rudal Mark 1 and LauncherErlend Štaub

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Babcock dari Inggris dan Frankenburg Technologies dari Estonia melakukan kemitraan untuk mengembangkan sistem antidrone maritim baru yang terjangkau.

Inisiatif ini bertujuan untuk melawan drone serang satu arah (drone kamikaze), yang telah muncul sebagai ancaman signifikan bagi sistem pertahanan udara Barat, seperti yang ditunjukkan di medan perang Ukraina.

Kedua perusahaan belum mengungkapkan secara rinci sistem yang dimaksud.

Namun sumber mengungkapkan bahwa platform tersebut akan berupa kontainer peluncur yang mampu meluncurkan rudal berbiaya rendah baru yang dibuat oleh Frankenburg.

Rudal ini akan diproduksi secara cepat guna mengatasi ancaman yang semakin meningkat dan kebutuhan yang semakin mendesak.

Sistem antidrone maritim melindungi kapal, pelabuhan, dan aset lepas pantai dengan menggunakan sensor terintegrasi untuk mendeteksi dan melacak drone musuh dan menetralkannya melalui berbagai cara, mulai dari serangan elektronik, serangan kinetik, hingga penggunaan senjata energi terarah (DEW) atau senjata tembak cepat.

Frankenburg baru-baru ini mendemonstrasikan rudal Mark 1 mereka yang berhasil mencegat drone seukuran Shahed yang bergerak cepat dengan kecepatan hingga 200 km/jam (124 mph).

Dikembangkan hanya dalam 13 bulan dan dibangun sepenuhnya dari komponen yang tersedia secara komersial, pencegat ini memiliki jangkauan tembak minimal 2 km (1,24 mil) dan dapat beroperasi sebagai senjata Fire-and-Forget dan lupakan atau dalam mode Lock-On-After-Launch, memungkinkannya untuk menyerang target bahkan dalam kondisi cuaca buruk. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *