Sebelum dan sesudah Operasi Absolute Resolve, pesawat mata-mata RC-135 Rivet Joint terus mondar-mandir di dekat Venezuela
USAF AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) telah kembali secara intensif menggunakan pesawat intelijen RC-135V/W Rivet Joint dalam misi pengawasan elektronik di dekat pantai Venezuela.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut telah berulang kali beroperasi di atas wilayah udara internasional di Laut Karibia dengan durasi penerbangan yang lama di area tertentu.
Penerbangan ini dilakukan RC-135 seperti sebelum AS menggelar Operasi Absolute Resolve di Caracas, Venezuela untuk menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
Penerbangan semacam itu, menurut pengamat, sesuai karakteristik pesawat yaitu untuk misi pengumpulan sinyal.
Dalam salah satu penerbangan terakhir, sebuah RC-135W lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Homestead di Florida dan tetap berada di orbit dekat pantai Venezuela selama beberapa jam.
Jenis misi ini melibatkan penyadapan, identifikasi, dan penentuan lokasi geografis emisi elektromagnetik, termasuk radar pertahanan udara, komunikasi militer, dan tautan data.
Kegiatan tersebut memungkinkan AS untuk memantau aktivitas elektronik di wilayah tersebut secara cermat dan mendeteksi setiap perubahan dalam postur operasional.
Pesawat RC-135V/W Rivet Joint dianggap sebagai platform SIGINT utama USAF dan mengintegrasikan sistem yang sangat khusus yang mampu memproses sejumlah besar data dalam waktu hampir nyata.
Informasi resmi USAF menyebut Rivet Joint sebagai vektor penting untuk memberikan kesadaran situasional kepada komandan strategis dan pasukan operasional, yang banyak digunakan dalam skenario ketegangan atau ketidakstabilan.
Penempatan yang lama di area tertentu sangat penting untuk mengidentifikasi pola, merekam aktivasi sensor yang terputus-putus, dan meningkatkan akurasi analisis elektronik.
Selain RC-135 USAF, Angkatan Laut AS (US Navy) juga mengoperasikan drone pengintai MQ-4C Triton di wilayah tersebut, guna memperluas area cakupan.
Operasi semacam sering dilakukan AS di wilayah-wilayah sensitif lainnya di dunia.
Misi-misi tersebut dilakukan di luar wilayah udara kedaulatan Venezuela, dengan menghormati batas laut teritorial, yang memungkinkan eksplorasi spektrum elektromagnetik secara legal dari wilayah internasional.
Model penggunaan ini serupa dengan yang diamati dalam operasi RC-135 di dekat Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, di mana tujuan utamanya adalah untuk memantau dan memahami lingkungan elektronik, bukan untuk memberi sinyal tindakan militer langsung.
Pangkalan Angkatan Udara Cadangan Homestead, yang digunakan sebagai titik awal misi-misi ini di Karibia, menampung unit-unit Angkatan Udara Cadangan yang berspesialisasi dalam operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang berfokus pada Amerika Latin.
Lokasi strategis pangkalan ini memungkinkan respons cepat dan otonomi penerbangan yang signifikan di wilayah tersebut, yang menjelaskan seringnya penggunaannya dalam operasi pemantauan jarak jauh.
Sejak Tahun 1960-an
Pesawat RC-135 Rivet Joint dioperasikan oleh Wing ke-55 USAF di Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska.
Unit ini bertanggung jawab untuk mengoperasikan dan memelihara RC-135 dalam penempatan global sesuai kebutuhan strategis AS.
RC-135 dibangun berdasarkan basis pesawat Boeing C-135 Stratoliner. Pesawat ditenagai oleh empat mesin turbofan high bypass CFM International F108-CF-201.
Pesawat dapat terbang dengan kecepatan maksimum hingga 933 km/jam (580 mph) dan dapat menjangkau jarak 5.550 – 6.500 km tanpa pengisian bahan bakar di udara. Ketinggian terbang maksimum pesawat mencapai 15.240 m (50.000 kaki).
Pesawat ini diawaki oleh 21 hingga 27 personel, termasuk awak penerbangan, operator peperangan elektronik, operator intelijen, dan flight engineer.
Dari tampak luar, pesawat ini secara khas memperlihatkan “antena pipi” yaitu tonjolan besar di samping hidung pesawat, dan berbagai antena, kubah, serta tonjolan lain di seluruh badan pesawat untuk sensornya.
RC-135 Rivet Joint merupakan pesawat veteran yang telah dioperasikan USAF sejak tahun 1960-an.
Varian RC-135V/W Rivet Joint adalah versi paling maju dan paling banyak digunakan saat ini. Pesawat ini telah mengalami modifikasi besar-besaran pada badan pesawat dan sistem elektronik.
Modifikasi termasuk penggantian mesin ke jenis CFM56 (F108) dan pembaruan kokpit menjadi glass cockpit digital.
RC-135 telah berpartisipasi dalam hampir semua konflik besar yang melibatkan AS sejak Perang Vietnam dan terus menjadi aset penting dalam operasi militer global hingga hari ini.
Kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) memungkinkan pesawat ini untuk melakukan misi pengintaian dengan jangkauan dan durasi yang hampir tidak terbatas.
Selain AS, operator lain yang menggunakan pesawat RC-135 adalah Inggris melalui angkatan udaranya (RAF).
RAF mengoperasikan RC-135W Airseeker, sebutan bagi RC-135 Inggris yang diperoleh melalui Proyek Airseeker. (RNS)
