Mengobati “sakit punggung” si Bone atau mengirimnya ke gurun

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejumlah pembom strategis USAF, B-1 Lancer atau sering disebut “Bone” (B-One), mengalami “sakit punggung” akibat kelelahan struktur dan harus mendapatkan perbaikan untuk dapat digunakan lagi sebelum pembom terbaru B-21 Raider berdinas menggantikannya.

Angkatan Udara AS (USAF) berharap mendapatkan anggaran yang cukup untuk mengembalikan si “Bone” ke gelanggang tugasnya.

Namun, Kongres AS pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump lebih cenderung agar USAF mengurangi armada B-1B dari 62 yang dimiliki menjadi 45 unit (berkurang 17 unit). Pada saat B-21 tersedia mulai 2030, maka seluruh armada Lancer akan dipensiunkan pada 2036.

Kalau anggaran tidak tersedia, USAF sendiri cenderung untuk melepaskan armada B-1B yang paling usang agar sisa pembom lainnya masih bisa digunakan.

Majalah USAF menuliskan, kekurangan suku cadang, masalah struktural, dan sistematis telah menurunkan kesiapan dan kemampuan B-1B satu digit dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan menghentikan 17 B-1B pada tahun ini, kata Brigadir Jenderal John Newberry pejabat eksekutif program pengebom USAF, biaya pemeliharaan dan tenaga kerja dapat difokuskan pada pesawat tersehat di armada. Pesawat tersisa pun dapat digunakan untuk memenuhi “komitmen global”.

“Ini langkah awal penarikan armada secara bertahap, untuk memberikan jalan bagi B-21,” ujarnya seraya menyebut usia pakai rata-rata B-1B telah mencapai 32 tahun.

Pembom B-1 pertama mengudara pada 23 Desember 1974 dan mulai digunakan USAF pada 1 Oktober 1986.

Mengurangi penggunaan B-1B sebenarnya telah dilakukan USAF pada 2003 saat menghentikan operasional 33 unit pembom ini sehingga tersisa 62 unit.

Angkatan Udara AS mengatakan, tidak masuk akal secara finansial untuk mempertahankan semua B-1B dalam layanannya.

Ironisnya, para komandan lapangan malah lebih sering menggunakan pembom ini. Makin sering digunakan, jelas menurunkan kesiapannya karena suku cadang makin habis.

Belum dipastikan kapan 17 B-1B akan dikirim ke gurun tempat penyimpanan pesawat atau boneyard.  Tetapi Kongres AS menetapkan bahwa pesawat tersebut harus disimpan dalam kondisi lebih baik yang berarti suatu saat akan diberikan suku cadangnya lagi.

Sejumlah lembaga think tank, termasuk Institut Mitchell untuk Studi Kedirgantaraan dari Asosiasi Angkatan Udara, telah mendesak Angkatan Udara untuk tidak memensiunkan B-1B dan mempertahankan sebanyak mungkin pembom ini sampai B-21 beroperasi dalam jumlah yang signifikan.

USAF sendiri mencanangkan untuk memiliki 220 unit pesawat pembom, lebih banyak dari 135 armada yang dimiliki saat ini bila 17 B-1 dihilangkan.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *