Korea Selatan Luncurkan Kapal Selam KSS-III Batch-II Kedua, Seo Hui (SS-088)
ROK NavyAIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Republik Korea (ROK Navy) bersama Badan Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) resmi meluncurkan kapal selam bertenaga disel-elektrik kedua dari proyek KSS-III Batch-II, yang diberi nama Seo Hui (SS-088). Upacara peluncuran berlangsung pada Selasa (3/11/2026) di galangan kapal Hanwha Ocean, Okpo, Kota Geoje.
Kapal selam Seo Hui merupakan unit kedua dari seri KSS-III Batch-II yang telah ditingkatkan kapabilitasnya, menyusul kapal pertama Jang Yeong-sil (SS-087) yang diluncurkan pada Oktober 2025. Pembangunan Seo Hui dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 2021, diikuti dengan peletakan lunas (keel laying) pada tahun 2024.
Peningkatan Spesifikasi dan Kapasitas Tempur
Dibandingkan dengan pendahulunya (Batch-I), kapal selam Seo Hui mengalami peningkatan bobot sebesar 600 ton dengan total bobot perpindahan (displacement) mencapai sekitar 3.600 ton dan panjang sekitar 89 meter.
Ukuran lambung yang lebih besar memungkinkan penambahan kapasitas persenjataan dan peralatan di atas kapal. Salah satu peningkatan signifikan adalah penambahan tabung Sistem Peluncuran Vertikal (VLS) dari enam unit pada Batch-I menjadi 10 unit pada Batch-II. Tabung ini dirancang untuk meluncurkan rudal jelajah maupun rudal balistik kapal selam (SLBM).
Dari segi spesifikasi, Seo Hui (SS-088) merupakan kapal selam bertenaga disel-elektrik yang dikembangkan di bawah proyek KSS-III Batch-II (Jang Bogo-III Batch-II) oleh galangan kapal Hanwha Ocean, Korea Selatan. Kapal selam ini memiliki bobot perpindahan sekitar 3.600 ton dengan panjang mencapai 89 meter.
Untuk menunjang ketahanan operasionalnya di bawah air, Seo Hui mengandalkan sistem penggerak disel-elektrik yang dipadukan dengan unit Air-Independent Propulsion (AIP). Selain itu, armada ini dibekali daya gempur yang mumpuni melalui jajaran persenjataan lengkap, mulai dari torpedo, ranjau laut, hingga rudal jelajah dan rudal balistik.
Teknologi Lokal
Kapal selam ini dibekali baterai litium-ion buatan dalam negeri untuk efisiensi dan ketahanan daya. Guna meningkatkan tingkat kelangsungan hidup di medan tempur, Seo Hui dilengkapi sistem penggerak cadangan (auxiliary propulsion system) yang memungkinkan kapal tetap bermanuver jika sistem penggerak utama mengalami kegagalan. Selain sensor elektro-optik, periskop optik konvensional tetap dipasang sebagai opsi pengamatan langsung.
Sebanyak 70 jenis peralatan buatan lokal dipasang pada kapal selam ini, meningkat 12 komponen dibandingkan seri KSS-III generasi pertama. Pejabat DAPA menyatakan bahwa peningkatan proporsi komponen domestik ini tidak hanya mempermudah perawatan di masa depan, tetapi juga memperkuat daya saing kapal selam Korea Selatan di pasar internasional.
Program KSS-III
Setelah proses peluncuran ini, Seo Hui akan menjalani serangkaian uji coba laut (sea trials) sebelum dijadwalkan diserahterimakan kepada Angkatan Laut Korea Selatan pada tahun 2028 untuk persiapan komisioning.
Program KSS-III (Jang Bogo-III) sendiri merupakan proyek strategis Korea Selatan dalam mengembangkan kapal selam disel-elektrik berukuran besar buatan dalam negeri. Program ini pertama kali menorehkan sejarah lewat penyerahan kapal selam Dosan Ahn Chang-ho (SS-083) pada Agustus 2021. Keunggulan utama dari armada KSS-III adalah kemampuan peluncuran rudal balistik dari bawah air, serta potensi pengerahan rudal anti-kapal supersonik masa depan seperti Haeseong-5. (PN)
