Rosoboronexport Akan Pamerkan Inovasi Baru Kubah Antidrone di KTT Rusia-Afrika

Rosoboronexprot pamerkan sistem Kubah AntidroneROE
Rosoboronexprot pamerkan sistem Kubah Antidrone.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan eksportir senjata negara Rusia, ROSOBORONEXPORT JSC (bagian dari Rostec State Corporation), mengumumkan akan memperkenalkan konsep sistem perlindungan pesawat nirawak (drone/UAV) terbaru yang diberi nama “Anti-Drone Dome”. Sistem ini dirancang untuk melindungi penduduk, pasukan, serta fasilitas strategis dan infrastruktur dari ancaman serangan drone.

Inovasi tersebut rencananya akan dipamerkan dalam ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika Ketiga di Gostiny Dvor, Moskow, pada 28–29 Oktober 2026.

Proyek Kubah Antidrone dikembangkan oleh ROSOBORONEXPORT bersama produsen penanggulangan sistem udara nirawak (C-UAS) terkemuka di Rusia serta perwakilan lembaga penegak hukum khusus.

Pengembangannya didasarkan pada pengalaman praktis mengatasi serangan UAV selama operasi militer dan kontra-terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

Sistem ini menawarkan perlindungan menyeluruh untuk berbagai sasaran, termasuk infrastruktur energi dan bahan bakar, jembatan, gedung, lokasi penempatan pasukan, konvoi transportasi, hingga kendaraan yang membawa pejabat VIP atau kargo sensitif.

“Perlindungan infrastruktur kritis terhadap UAV telah menjadi landasan keamanan nasional dan ekonomi, sekaligus fondasi bagi perkembangan teknologi lebih lanjut. ROSOBORONEXPORT menawarkan pembangunan sistem C-UAS lokal yang tangguh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mitra serta fasilitas yang dilindungi,” ujar Alexander Mikheev, Direktur Jenderal ROSOBORONEXPORT.

Ditambahkan bahwa seluruh alat dan solusi yang digunakan telah teruji efektif dalam kondisi dunia nyata.

Teknologi dan Komponen Utama

Proyek “Anti-Drone Dome” merupakan sistem berlapis yang menggabungkan aset pengawasan ruang udara, penindakan fisik, penekanan elektronik (ECM), sistem geoinformasi terintegrasi, serta perlindungan fisik.

Beberapa solusi penindakan fisik (hard-kill) yang dipamerkan meliputi sistem rudal pertahanan udara Pantsir-SMD-E dan Pantsir-S1M, sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) Verba, sistem keterlibatan target udara TKB-1167, dan sistem artileri pertahanan udara Citadel 30 mm buatan Rostec yang menggunakan amunisi airburst pecahan

Dalam waktu dekat, kemampuan penindakan fisik sistem ini juga akan diperluas dengan integrasi sistem laser yang diproduksi massal serta sistem pulsa elektromagnetik (EMP) yang saat ini memasuki tahap akhir pengujian.

Sementara itu, untuk penindakan non-fisik/elektronik (soft-kill), ROSOBORONEXPORT menghadirkan sistem deteksi dan penanggulangan elektronik seperti Silok, Repellent-Patrol, Sky-Hunter 4PC, dan Radeskan versi antidrone yang berfungsi mengganggu saluran navigasi dan kendali drone.

Seluruh komponen dan teknologi sistem Kubah Antidrone ini dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri Rusia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *