Digempur 3 Gelombang Serangan Udara, Iran Bangun Kembali Pangkalan Bawah Tanah Eagle 44

Pangkalan bawah tanah Iran Eagle 44AFP, Washington Post
Pangkalan bawah tanah Iran Eagle 44.

AIRSPACE REVIEW – Iran dilaporkan terus melanjutkan proses pemulihan dan perbaikan pangkalan udara bawah tanah Eagle 44 atau Oghab 44. Pangkalan militer strategis yang dibangun di dalam jajaran pegunungan ini dirancang khusus untuk melindungi armada pesawat tempur serta sistem rudal dari ancaman gempuran musuh.

Berdasarkan analisis citra satelit Planet Labs yang dirilis oleh TWZ, aktivitas rekonstruksi tersebut tetap berjalan intensif meski fasilitas benteng bawah tanah ini telah dihantam sedikitnya tiga gelombang serangan udara sepanjang tahun ini.

Pangkalan udara yang terletak di Provinsi Hormozgan, sekitar 160 km sebelah barat laut Selat Hormuz di kaki Pegunungan Zagros tersebut menunjukkan perkembangan fisik signifikan pada area luar terowongan.

Citra satelit terbaru merekam keberadaan seksi baru pada landasan pacu utama yang telah selesai dikerjakan. Tim konstruksi di lokasi juga telah membersihkan puing-puing peralatan yang hancur dari area landasan serta menyingkirkan berbagai rintangan yang sebelumnya sengaja dipasang untuk memblokir pergerakan.

Walaupun beberapa bangunan pendukung di kawasan luar masih tampak rusak parah, jalur operasional utama mulai dipulihkan secara bertahap.

Rekam Jejak dan Armada Pemukul

Nama Eagle 44 diambil untuk memperingati 44 tahun Revolusi Islam 1979. Media pemerintah Iran pertama kali memublikasikan pangkalan bawah tanah modern ini pada Februari 2023 saat dikunjungi oleh pejabat tinggi militer.

Dalam dokumentasi video kala itu, Iran menampilkan jajaran jet tempur F-4D/E Phantom II serta sejumlah drone serang kamikaze yang disiagakan di dalam lorong-lorong terowongan.

Proyek pembangunan kompleks terowongan bawah tanah raksasa ini sebenarnya telah dimulai sejak 2013. Delapan tahun berselang, Iran mulai membangun landasan pacu utama sepanjang 4,3 km di area lembah sebelah utara.

Kompleks ini dilengkapi dua jalur penghubung melalui taji gunung menuju empat pintu masuk utama terowongan tempat penyimpanan armada udara dan persenjataan, di mana saat ini baru satu jalur penghubung yang beroperasi penuh.

Pemulihan Infrastruktur Pendukung

Laporan menyebut, di bagian barat pangkalan, kompleks bangunan pendukung juga terus dibenahi untuk menunjang fungsi operasional markas secara menyeluruh.

Pangkalan udara ini membutuhkan fasilitas pemeliharaan pesawat, barak personel, depot penyimpanan bahan bakar dan amunisi, hingga sistem kendali lalu lintas udara serta pusat komando militer di tengah kesiapsiagaan Iran menghadapi dinamika eskalasi kawasan.

Di bawah tekanan dan serangan yang masif dari Amerika Serikat, Iran tetap bertahan dan balik menyerang fasilitas-fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Teheran tidak sekalipun menyatakan menyerah atau tunduk pada kemauan AS. Iran terus bangkit dan mengatakan siap bertempur sampai titik darah penghabisan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *