Kolaborasi Baykar dan Leonardo Berbuah Hasil, AU Italia Resmi Pinang Drone Astore Levante

Drone Astore LevanteErkan Alkanat
Drone Astore Levante.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Italia resmi memesan enam unit drone bersenjata Astore Levante dari LBA Systems. Ini adalah sebuah perusahaan joint venture berposisi 50:50 antara raksasa pertahanan Italia, Leonardo, dan produsen drone asal Turkiye, Baykar.

Pemesanan ini mencatatkan rekor sebagai kontrak militer pertama bagi platform drone hasil kolaborasi kedua negara tersebut.

Kepala Staf Angkatan Udara Italia, Jenderal Antonio Conserva, mengumumkan akuisisi ini pada 12 Oktober 2026.

Kontrak yang nilainya belum diungkapkan ke publik ini mencakup tiga sistem (setiap sistem terdiri dari dua unit drone) serta satu stasiun kendali darat yang mampu mengoperasikan kedua drone secara bersamaan.

Sertifikasi penuh untuk armada baru ini diproyeksikan tuntas antara akhir 2026 hingga awal 2027.

Gantikan MQ-1 Predator

Drone Astore Levante dirancang untuk mengisi kekosongan operasional setelah dipensiunkannya armada MQ-1 Predator milik Italia.

Sistem ini bakal mengemban misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance/ISR), memberikan dukungan serangan bersenjata di garis depan, serta digunakan sebagai wahana pelatihan awak drone.

Secara teknis, Astore Levante menggabungkan keunggulan struktur airframe drone Bayraktar TB3 milik Baykar yang dapat beroperasi dari kapal induk, dengan sensor canggih, sistem misi, serta peralatan kendali darat buatan Leonardo.

Pesawat ini dapat dilengkapi amunisi presisi seperti bom pemandu keluarga MAM buatan Roketsan hingga rudal jelajah miniatur KEMANKES-1.

Opsi Persenjataan Lokal

Kendati demikian, Italia juga tengah menjajaki opsi persenjataan lokal melalui kolaborasi dengan produsen rudal Eropa, MBDA, dan beberapa perusahaan pertahanan Italia lainnya.

Pengadaan ini kian mempertegas langkah Italia dalam memperkuat serta modernisasi alutsista nirawaknya.

Selain Angkatan Udara, Angkatan Laut Italia dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan varian TB3 untuk dioperasikan di atas kapal induk Cavour.

Di saat yang sama, Italia juga terus memperluas armada drone berukuran besar melalui penambahan dua unit MQ-9A Block 5 Reaper yang dijadwalkan tiba pada akhir 2027. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *