Komite Intelijen Kongres AS Desak Pentagon Usut Pengalihan Komponen F-35 ke Hong Kong
USAFAIRSPACE REVIEW – Anggota Kongres Amerika Serikat, Raja Krishnamoorthi, mendesak Departemen Perang AS (Pentagon) untuk menginvestigasi pengalihan komponen jet tempur siluman F-35 yang dilaporkan sampai ke Hong Kong.
Anggota senior Komite Intelijen DPR AS tersebut mengkhawatirkan bahwa akses otoritas Tiongkok terhadap komponen tersebut berpotensi membocorkan teknologi siluman (stealth) milik AS.
Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 28 September 2026 yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Krishnamoorthi meminta pertanggungjawaban atas penanganan pengiriman komponen tersebut dan memberikan tenggat waktu hingga 12 Oktober 2026 bagi Pentagon untuk memberikan jawaban resmi.
Menggunakan Layanan Kargo Komersial
Insiden ini bermula dari pengiriman suku cadang F-35 dari Australia menuju Amerika Serikat untuk menjalani perawatan menggunakan layanan kargo komersial UPS.
Pengiriman yang mengangkut pintu ruang senjata (weapons-bay door) dan kanopi jet tersebut dilaporkan sempat transit di Korea Selatan sebelum mengarah ke Hong Kong.
Menurut laporan media, pemerintah Tiongkok telah mengambil alih komponen tersebut dan belum mengembalikannya.
Krishnamoorthi memperingatkan bahwa pemeriksaan terhadap fisik komponen tersebut dapat membantu Tiongkok melakukan rekayasa balik (reverse engineering) pada teknologi siluman AS.
Ia meminta Pentagon menilai potensi risiko keamanan, material, serta kemampuan sensor yang mungkin terungkap dari insiden ini.
Meski demikian, terdapat perbedaan penilaian terkait tingkat sensitivitas komponen tersebut.
Usut Rantai Pengawasan
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles serta pihak Lockheed Martin menyatakan bahwa suku cadang yang dikirim merupakan komponen rusak (unserviceable) dengan risiko eksploitasi yang rendah.
Pihak Pentagon sendiri mengonfirmasi tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk melacak dan mengupayakan pengembalian komponen tersebut.
Selain mengusut rantai pengawasan pengiriman, Krishnamoorthi juga menyoroti penggunaan jasa angkutan komersial ketimbang transportasi militer untuk pengiriman suku cadang sensitif.
Baca di Sini: Waduh, Kargo Rahasia F-35 Nyasar ke Hong Kong, Komponen Jet Siluman AS Hilang Misterius!
Insiden ini dikaitkan dengan temuan Government Accountability Office (GAO) tahun 2023 yang mencatat lebih dari satu juta suku cadang F-35 bernilai 85 juta USD (Rp1,5 triliun) hilang dalam kurun waktu lima tahun, di mana Pentagon hanya menginvestigasi sekitar dua persen dari total kehilangan tersebut.
Atas dasar dinamika rantai pasok global F-35 ini, Kongres AS mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelacakan suku cadang militer, pengetatan kriteria vendor kargo komersial, serta penghentian transit di wilayah yang dikuasai negara pesaing guna mencegah kebocoran teknologi militer AS di masa mendatang. (RW)
