Rusia Kembangkan Drone-Rudal Baru Berbiaya Murah, Sudah Diterjunkan di Ukraina
Defense FeedsAIRSPACE REVIEW – Korporasi pertahanan negara Rusia, Rostec, mengklaim telah mengembangkan kategori senjata baru berupa drone bertenaga jet yang memiliki kemampuan layaknya rudal jelajah, namun dengan biaya produksi yang jauh lebih murah.
Tiga drone penyerang terbaru yang diperkenalkan adalah S-71M, S-71K, dan Dan-T.
Dalam pernyataannya kepada surat kabar Kementerian Pertahanan Rusia Krasnaya Zvezda, Rostec mengungkapkan ketiga jenis drone tersebut telah digunakan dalam operasi militer di Ukraina dan diproyeksikan menjadi senjata standar bagi penerbangan lini depan Rusia di masa mendatang.
“Pada dasarnya, rudal jelajah klasik adalah kendaraan udara nirkawak (UAV) bersayap tetap. Namun, tidak semua UAV jenis ini adalah rudal jelajah. Meski demikian, pada S-71M, S-71K, dan Dan-T yang baru, batas tersebut semakin kabur,” tulis Rostec dalam pernyataannya.
Rostec mengklaim senjata-senjata baru ini memiliki akurasi, manuver, dan jangkauan setara rudal jelajah konvensional. Kehadiran drone-rudal ini diharapkan dapat melengkapi penggunaan bom luncur (glide bomb) yang telah banyak dikerahkan jet tempur Rusia sejak tahun 2023.
Dirancang untuk Jet Tempur Generasi Kelima
Menurut laporan Rostec kepada kantor berita TASS, drone jenis S-71M dan S-71K dirancang khusus untuk diluncurkan dari jet tempur generasi kelima Rusia, Su-57.
Ukuran kedua drone ini telah disesuaikan agar muat di dalam ruang senjata internal (internal weapons bay) Su-57, sehingga tidak mengganggu kemampuan siluman (stealth) pesawat tersebut.
Kedua varian ini sebelumnya juga sempat dipamerkan bersama Su-57E pada ajang Airshow Internasional El Alamein di Mesir.
Intelijen militer Ukraina yang menganalisis puing-puing kedua drone tersebut melaporkan bahwa varian S-71K (Kovyor) mengusung hulu ledak daya ledak tinggi OFAB-250-270 seberat 250 kg namun belum dilengkapi sistem pemandu terminal, sementara varian S-71M (Monokhrom) dilengkapi modul komputasi NVIDIA Jetson Orin buatan Amerika Serikat yang dirancang untuk menjalankan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) di dalam drone.
Dan-T dan Strategi Senjata Murah
Sementara itu, drone Dan-T berukuran lebih kecil dan dilaporkan telah dikonfirmasi dalam ratusan peluncuran terhadap target-target di Ukraina.
Dan-T dapat diluncurkan dari pesawat tempur maupun helikopter, termasuk platform buatan luar negeri, yang mengindikasikan bahwa senjata ini juga ditujukan untuk pasar ekspor.
Pakar dan intelijen Ukraina memperkirakan Dan-T memiliki jangkauan hingga 500 kilometer dengan hulu ledak seberat 135 kg.
Senjata ini diduga sebagai versi penyerang dari drone target Dan-M atau versi ekspor dari rudal S8000 Banderol buatan Kronshtadt.
Laporan intelijen Ukraina mencatat bahwa Rusia berupaya memproduksi senjata ini sepenuhnya menggunakan komponen domestik, setelah temuan sebelumnya menunjukkan penggunaan mesin jet buatan Tiongkok, baterai dari Jepang, serta komponen elektronik AS pada varian Banderol.
Penggunaan senjata bertenaga jet berbiaya murah yang memiliki karakteristik terbang mirip rudal ini dinilai sebagai strategi Rusia untuk menguras sistem pertahanan udara Ukraina.
Dengan memicu Ukraina menggunakan pencegat (interceptor) mahal untuk menghancurkan target yang murah, Rusia menerapkan logika bertempur yang serupa dengan pengerahan masif drone jenis Shahed. (PN)
