Northrop Grumman Pangkas Waktu Rakit Avionik F-35: Hitungan Jam Jadi Menit
USAFAIRSPACE REVIEW – Northrop Grumman resmi mengintegrasikan teknologi robot kolaboratif (cobot) ke dalam jalur produksi avionik jet tempur F-35 Lightning II. Langkah otomatisasi ini berhasil memangkas durasi proses pengencangan presisi pada modul komunikasi, navigasi, dan identifikasi (CNI) dari yang sebelumnya memakan waktu beberapa jam menjadi hanya beberapa menit.
Berdasarkan informasi yang dirilis perusahaan pada 30 September 2026, cobot tersebut beroperasi secara berdampingan dengan para teknisi untuk memasang baut pengunci pada rumah pelindung depan modul CNI.
Sistem CNI AN/ASQ-242 buatan Northrop Grumman ini mengintegrasikan fungsi pengenal kawan atau lawan (IFF), navigasi presisi, komunikasi suara, serta tautan data taktis dalam arsitektur avionik berbasis perangkat lunak.
Konsistensi produksi modul CNI ini sangat krusial guna menjaga kelancaran pasokan komponen avionik ke lini perakitan akhir F-35.
Sistem Inspeksi Berbasis AI
Selain merilis cobot, Northrop Grumman juga memperluas penggunaan sistem inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memeriksa modul CNI yang telah selesai dirakit.
Sistem kendali mutu berbasis AI ini berfungsi mendeteksi potensi cacat atau anomali manufaktur sebelum komponen dikirim dan diintegrasikan ke pesawat.
Meski demikian, pihak pabrikan menegaskan bahwa efisiensi waktu tersebut berlaku spesifik pada satu tahap pengencangan baut dan tidak berarti seluruh modul CNI dapat dirakit secara instan dalam hitungan menit.
Penggunaan cobot dan AI merupakan bagian dari penerapan otomatisasi skala besar yang dilakukan Northrop Grumman pada program F-35.
Di fasilitas perakitan terpadu Palmdale, California, perusahaan mengoperasikan lebih dari 20 sistem otomatis bersama para teknisi untuk memproses sekitar 10 juta komponen setiap tahunnya bagi bagian badan pesawat tengah (center fuselage).
Melalui aliran produksi yang berkesinambungan tersebut, Northrop Grumman mampu menyelesaikan satu unit center fuselage rata-rata setiap 30 jam.
40 Persen Kontribusi
Northrop Grumman memegang peranan vital dengan berkontribusi sekitar 40 persen dalam pengembangan, produksi, maupun pemeliharaan pada ketiga varian F-35.
Tanggung jawab tersebut mencakup pembuatan center fuselage, sistem radar, hingga perangkat misi utama.
Kapasitas produksi struktur ini bahkan telah diekspansi ke luar Amerika Serikat melalui kerja sama dengan Rheinmetall dengan mendirikan jalur produksi center fuselage kedua di Weeze, Jerman.
Kebutuhan untuk menjaga volume produksi bertepatan dengan pembaruan arsitektur elektronik F-35, seperti program Technology Refresh 3 dan standar Block 4 yang membawa peningkatan kapasitas komputasi, sensor baru, serta integrasi persenjataan modern.
Di tengah tantangan usangnya komponen (obsolescence) dalam rantai pasok global, otomatisasi dan inspeksi AI ini diharapkan dapat meminimalkan pengerjaan ulang (rework), mengikis potensi penundaan, serta menjaga konsistensi kualitas komponen avionik bagi armada F-35 AS maupun negara-negara mitranya. (RW)
