Panaskan Persaingan Pengganti F-16 Portugal, Dassault Resmi Ajukan Jet Tempur Rafale
Dassault/A. PecciAIRSPACE REVIEW – Dassault Aviation secara resmi ikut serta dalam arena persaingan untuk memperebutkan kontrak pengganti F-16 Angkatan Udara Portugal (PAF) dengan mengajukan jet tempur Rafale.
Pada 23 September 2026, Dassault mengumumkan penandatanganan kerja sama strategis dengan jaringan industri kedirgantaraan AED Cluster Portugal, tepat saat pemerintah di Lisbon bersiap menentukan nasib peremajaan armada jet tempur F-16 miliknya.
Langkah ini secara signifikan mengubah peta persaingan alutsista di Eropa Atlantik. Masuknya Rafale membuat Portugal kini dihadapkan pada empat opsi jet tempur papan atas dunia, bersanding dengan F-35A Lightning II dari Lockheed Martin, Gripen E dari Saab, serta Typhoon dari konsorsium Eropa.
Kerja Sama Industri Lokal
Pendekatan yang diusung Dassault tidak hanya sebatas menjual unit pesawat, melainkan menawarkan skema kemitraan industri yang erat antara manufaktur Prancis dan sektor kedirgantaraan Portugal.
Melalui kerja sama dengan AED Cluster Portugal, Dassault membuka peluang keterlibatan perusahaan-perusahaan lokal dalam rantai pasok global, transfer teknologi, proses produksi, hingga dukungan pemeliharaan jangka panjang.
Meskipun Lisbon belum meluncurkan tender pengadaan resmi secara terbuka, sinyal penggantian 28 unit F-16M yang mulai dimakan usia telah memobilisasi para raksasa pertahanan Barat.
Kemitraan industri lokal ini diyakini menjadi kartu truf Dassault untuk memikat pemerintah Portugal yang menginginkan dampak ekonomi domestik dari pembelian alutsista bernilai fantastis tersebut.
Portugal Coret F-35
Peluang bagi jet tempur buatan Eropa, termasuk Rafale, terbuka lebar setelah keputusan mengejutkan dari pemerintah Portugal awal tahun ini.
Pada 14 Maret 2026, Menteri Pertahanan Portugal Nuno Melo mengonfirmasi bahwa pihaknya menghentikan pertimbangan pembelian jet siluman F-35A milik AS akibat ketidakpastian kebijakan Washington serta dinamika geopolitik global.
Pencoretan F-35 dari daftar prioritas membuat Portugal kini lebih condong memilih platform buatan Eropa yang mampu menawarkan kepastian operasional, jaminan keamanan rantai pasok, serta integrasi yang lebih solid dengan mitra sekutu di Benua Biru.
Perluas Cengkeraman Rafale di Eropa
Bagi Dassault Aviation, Portugal menjadi pijakan strategis berikutnya untuk memperkuat dominasi Rafale di pasar Eropa. Saat ini, jet tempur bermesin ganda tersebut telah resmi beroperasi di Angkatan Udara Prancis, Yunani, dan Kroasia.
Guna menjaga daya saingnya melawan jet tempur generasi kelima, Dassault terus menyuntikkan pembaruan teknologi pada Rafale, termasuk pengintegrasian kecerdasan buatan (AI), pembaruan sistem sensor canggih, hingga arsitektur pendukung keputusan taktis di kokpit.
Jika Portugal akhirnya menjatuhkan pilihan pada Rafale, hal ini tidak hanya meningkatkan skala produksi Dassault tetapi juga memperkuat standardisasi armada udara negara-negara anggota NATO di kawasan Eropa. (RNS)
