Salam Perpisahan A-10 Warthog, Legenda Close Air Support AS Resmi Tinggalkan Nellis AFB

Pesawat A-10 Warthog terakhir tinggalkan Nellis AFBUSAF
Pesawat A-10 Warthog terakhir tinggalkan Nellis AFB.

AIRSPACE REVIEW – Era pesawat serang darat legendaris A-10 Thunderbolt II yang populer dengan julukan Warthog resmi berakhir di Pangkalan Angkatan Udara Nellis (Nellis AFB), Nevada.

Keberangkatan unit A-10 terakhir dari pangkalan elite Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tersebut pada 22 September 2026 menandai purnatugasnya armada ini setelah hampir lima dekade beroperasi di pangkalan penempa taktik tempur udara paling bergengsi di dunia.

Sekitar 70 personel militer USAF berbaris di flight line Pangkalan Nellis untuk memberikan penghormatan terakhir saat A-10 bernomor registrasi akhir lepas landas menuju pangkalan penampungan akhir.

Momen tersebut menutup babak sejarah panjang yang telah dimulai sejak kedatangan A-10 pertama di Nellis AFB pada tahun 1977.

Pembubaran Ekosistem CAS A-10

Nellis AFB memiliki peran sangat vital dalam perjalanan sejarah A-10. Selama puluhan tahun, berbagai unit di pangkalan ini mengembangkan sistem perangkat lunak, avionik, hingga doktrin penggunaan senjata presisi bagi armada Warthog.

Melalui 66th Weapons Squadron di U.S. Air Force Weapons School, Pangkalan Nellis telah meluluskan lebih dari 300 perwira spesialis taktik senjata A-10 dari sekitar 100 angkatan.

Mayoritas doktrin misi Close Air Support (CAS) atau bantuan udara jarak dekat yang menjadi standar tempur militer AS lahir dari pangkalan ini.

Kepergian A-10 dari Nellis tidak hanya menandai pensiunnya sebuah alutsista, melainkan pembubaran ekosistem doktrin dan pelatihan keahlian CAS yang dibangun secara khusus di sekitar pesawat bersenjata meriam kanon guling GAU-8 Avenger tersebut.

Skeptisisme Kalangan Militer

USAF kini berupaya mendistribusikan peran dan keahlian misi CAS yang selama ini dipegang A-10 kepada jajaran jet tempur serbaguna (multirole) seperti F-15E/EX, F-16 Fighting Falcon, dan jet stealth F-35A Lightning II.

“Kami menjaga kultur dan keahlian A-10 dengan melibatkan sebanyak mungkin komunitas jet tempur lain ke dalam misi bantuan udara jarak dekat,” ujar Komandan 66th Weapons Squadron, Letkol Ridge Flick.

Ia menambahkan, para penerbang F-15, F-16, dan F-35 kini juga dilatih untuk mengemban peran pencarian dan penyelamatkan tempur (Combat Search and Rescue/CSAR).

Kendati demikian, kebijakan mendistribusikan misi CAS ke pesawat multirole memicu skeptisisme di kalangan pakar militer.

Berbeda dengan A-10 yang dirancang khusus untuk bertahan dari tembakan darat pada ketinggian rendah serta mampu bertahan lama di area pertempuran untuk mengawal pasukan darat, pesawat seperti F-35 difokuskan pada keunggulan teknologi siluman, sensor, dan jaringan data.

Para pengamat menilai hilangnya pusat keahlian (braintrust) komunitas A-10 merupakan kerugian kelembagaan yang sulit digantikan, terlepas dari klaim USAF bahwa kemampuan CAS mereka tidak akan menurun.

Pengalihan Personel Teknisi

Transisi ini juga berdampak langsung pada para teknisi pemeliharaan pesawat. Personel dari Thunder Aircraft Maintenance Unit (757th AMXS) yang puluhan tahun merawat A-10 kini mulai dialihkan untuk mendukung armada F-35 dan F-16 di Nellis AFB maupun instalasi militer lainnya.

Kepergian unit A-10 dari Pangkalan Nellis menjadi sinyal kuat bahwa proses pensiun penuh Warthog di seluruh jajaran USAF makin tidak terelakkan.

Sebagian besar armada yang dipensiunkan kini dikirim ke pusat penyimpanan pesawat militer 309th AMARG (boneyard) di Arizona, menandai akhir perjalanan sang “pembunuh tank” dalam sejarah penerbangan militer AS. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *