Berhulu Ledak Glider Hipersonik, Korea Utara Uji Rudal Balistik Hwasong-11Ma-1

Korea Utara uji rudal balistik hipersonik Hwasong-11Ma-1KCNA
Korea Utara uji rudal balistik hipersonik Hwasong-11Ma-1.

AIRSPACE REVIEW – Korea Utara dilaporkan telah melakukan uji coba peluncuran varian baru dari rudal balistik Hwasong-11Ma-1 yang dilengkapi dengan wahana glider hipersonik (hypersonic glide vehicle).

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan uji coba tersebut berlangsung pada 20 September di bawah pengawasan langsung pemimpin tertinggi Kim Jong-un.

Dokumentasi yang dirilis KCNA menampilkan layar yang memperlihatkan peta trayektori penerbangan rudal bersandi Hwasongpho-11Ma-1.

Sistem ini dikembangkan berdasarkan basis keluarga rudal balistik jarak pendek berbahan bakar padat Hwasong-11, yang juga mencakup tipe KN-23.

Ciri khas utama dari varian ini adalah penggunaan wahana glider hipersonik sebagai pengganti hulu ledak balistik konvensional.

Jarak Jangkau hingga 600 Km

Selain sistem rudal, perubahan signifikan juga terlihat pada kendaraan peluncur. Jika varian Hwasong-11Ma sebelumnya menggunakan sasis kendaraan roda lima pasang poros (five-axle), varian baru ini diangkut oleh kendaraan enam pasang poros (six-axle) dengan penutup pelindung rudal yang telah dimodifikasi. Setiap kendaraan peluncur mampu membawa dua unit rudal sekaligus.

Otoritas militer Korea Selatan mencatat dua kali peluncuran dari wilayah Wonsan pada 20 September. Menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, rudal pertama menempuh jarak sekitar 450 km, sedangkan rudal kedua terbang sejauh lebih dari 600 km.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang memperkirakan daya jangkau masing-masing rudal berada di angka 440 km dan 590 km.

Di sisi lain, grafik yang dirilis pihak Korea Utara mengklaim rudal tersebut mencapai jarak jelajah 908,2 km dengan ketinggian maksimum 35,8 km dan kecepatan hingga 2.146 m/s, meski data ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut analisis The War Zone, pola garis penerbangan yang ditunjukkan Korea Utara memperlihatkan tahap penerbangan balistik awal yang dilanjutkan dengan fase menukik lalu menanjak kembali.

Pola ini konsisten dengan mekanisme kerja wahana glider hipersonik untuk meningkatkan kemampuan manuver dan menembus sistem pertahanan udara musuh.

Uji coba rudal hipersonik Korea Utara semakin menegaskan ambisi Pyongyang dalam memodernisasi persenjataan taktisnya untuk mengimbangi sistem pertahanan rudal berbasis pencegat milik Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.

Langkah pengujian yang dibarengi dengan modifikasi peluncur serta penyempurnaan desain aerodinamis wahana glider tersebut juga memberi sinyal kuat bahwa Korea Utara terus berupaya meningkatkan fleksibilitas operasional dan kemampuan survival armada rudalnya di medan tempur modern. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *