Sukses Jalankan Misi Gelap RQ-170, Skuadron “Beast of Kandahar” Diganjar Penghargaan
Via OSINTWarfareAIRSPACE REVIEW – Skuadron pengoperasi drone siluman RQ-170 Sentinel yang dijuluki “Beast of Kandahar” resmi diganjar penghargaan RPA Squadron of the Year untuk tahun 2025 oleh Angkatan Udara AS (USAF).
Penghargaan bagi Skuadron Pengintai ke-30 (30th Reconnaissance Squadron) ini diraih setelah mereka sukses mengeksekusi 87 misi gelap berupa pengintaian intelijen di tiga wilayah operasi berbeda.
Kendati keberadaan drone ini dan lokasi operasinya dijaga sangat ketat selama hampir dua dekade, prestasi impresif skuadron berjuluk “Blackbirds” tersebut kini secara terbuka diumumkan dalam acara Air, Space & Cyber Conference 2026.
Pengumuman yang disampaikan bersamaan dengan penyerahan penghargaan tersebut mengungkap betapa vitalnya peran strategis skuadron ini sepanjang tahun lalu.
Keberhasilan Skuadron Pengintai ke-30 dalam mengoperasikan wahana nirawak kendali jarak jauh (Remotely Piloted Aircraft) ini dinilai sangat berjasa dalam mengisi celah intelijen krusial sekaligus mendukung berbagai operasi melumpuhkan jaringan musuh.
Kerahasian Terungkap Setelah Ditangkap Iran
RQ-170 Sentinel merupakan drone pengintai rahasia berteknologi siluman yang dirancang oleh divisi Skunk Works milik Lockheed Martin.
Julukan “The Beast of Kandahar” melekat pada drone ini sejak keberadaannya pertama kali terendus saat menjalankan misi pengintaian di Afghanistan pada 2007 untuk mendukung operasi Badan Intelijen Pusat (CIA).
Sebagian besar data teknis drone ini sejatinya masih berstatus dokumen sangat rahasia. Namun, spesifikasinya mulai terkuak ke publik usai satu unit RQ-170 berhasil ditangkap oleh pihak militer Iran pada tahun 2011.
Drone berdesain sayap terbang (flying wing) ini dibangun menggunakan material komposit ringan pada 90 persen bagian bodinya.
Dengan dimensi bentang sayap 20 meter, panjang 4,5 meter, dan tinggi 1,8 meter, Sentinel ditenagai oleh satu mesin turbofan yang diperkirakan buatan General Electric TF34 atau Garrett TFE731.
Dalam hal performa, RQ-170 sanggup mengudara hingga ketinggian 15.000 meter dengan daya tahan terbang 5 hingga 6 jam per misi.
Sebagai wahana pengintai mutakhir, bagian perut depan drone ini dibekali kamera elektro-optik untuk menyuplai gambar atau video secara waktu nyata, lengkap dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), SAR (Synthetic Aperture Radar), interseptor komunikasi, serta sensor hiperspektral. (RBS)
