Rusia Luncurkan Roket Soyuz-2.1b: Misi Militer Rahasia atau Angkut Satelit Pesaing Starlink AS?

Rusia luncurkan roket Soyuz-2.1b-1Russian MoD
Rusia luncurkan roket Soyuz-2.1b-1.

AIRSPACE REVIEW – Rusia kembali meluncurkan roket Soyuz-2.1b dari Kosmodrom Plesetsk di wilayah Arkhangelsk pada Rabu, 17 September 2026.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan peluncuran roket berjalan sukses, dengan tautan telemetri yang stabil dan seluruh sistem onboard pada wahana antariksa beroperasi secara normal.

Kendati demikian, pihak militer Rusia memilih untuk merahasiakan nama, jumlah, spesifikasi, maupun tujuan utama dari muatan yang diangkut.

Laporan dari Next Spaceflight menyebutkan peluncuran tersebut menggunakan peluncur tingkat atas Fregat-M, dengan muatan yang diidentifikasi sebagai satelit militer rahasia dari seri Kosmos.

Namun, para pengamat antariksa tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa peluncuran ini berkaitan dengan perluasan konstelasi satelit komunikasi orbit bumi rendah (LEO) milik Rusia bernama Rassvet.

Sistem internet berkecepatan tinggi yang dioperasikan oleh Bureau 1440 tersebut telah diluncurkan secara bertahap sejak Maret 2026, disusul gelombang kedua pada Juli lalu.

Misi Militer?

Menurut intelijen militer Ukraina (DIU), dikutip Militarnyi, Rusia menargetkan peluncuran 292 satelit Rassvet hingga akhir 2027 dan memproyeksikan bakal menambahnya hingga 924 wahana pada 2035 mendatang.

Di sisi lain, spekulasi bahwa muatan kali ini adalah satelit intelijen militer murni juga menguat mengingat rekam jejak peluncuran Rusia sepanjang tahun 2026.

Pada Februari lalu, roket Soyuz-2.1b tercatat menempatkan sembilan objek bernama Kosmos-2600 hingga Kosmos-2608 yang diyakini berfungsi sebagai satelit pengintai, disusul peluncuran tiga satelit militer tambahan ke orbit polar pada April.

Kerahasiaan ketat ini menegaskan tingginya ketergantungan Moskow pada jaringan satelit khusus demi menunjang keunggulan taktis dan operasional di medan tempur modern.

Peluncuran terbaru ini menjadi perhatian khusus mengingat pabrik pembuat roket seri Soyuz-2 (Progress Rocket Space Centre di Samara) sempat menjadi sasaran serangan rudal jelajah FP-5 Flamingo Ukraina pada pertengahan Agustus 2026.

Citra satelit mengonfirmasi kerusakan signifikan pada Gedung 106A di kompleks industri tersebut, yang merupakan lokasi utama perakitan peralatan listrik, sistem kontrol, dan kompartemen instrumen untuk roket peluncur Soyuz-2.

Ambisi Ganda Moskow

Keberhasilan peluncuran dari Plesetsk ini mengindikasikan bahwa Rusia masih memiliki cadangan komponen atau berhasil memulihkan sebagian jalur produksinya meski sempat terpukul serangan udara.

Secara keseluruhan, aktivitas peluncuran yang terus dipercepat ini menunjukkan ambisi ganda Moskow dalam mengamankan kedaulatan teknologi antariksa nasional.

Baik untuk membangun infrastruktur internet mandiri pembanding Starlink melalui proyek Rassvet maupun memperkuat armada satelit mata-mata militer, Rusia terus memprioritaskan ruang angkasa sebagai domain strategis utama.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa tekanan sanksi Barat dan ancaman militer di dalam negeri tidak sepenuhnya melumpuhkan kapasitas industri kedirgantaraan. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *