Gendang Perang Jarak Jauh: Jepang Bakal Uji Rudal Hipersonik dan Type-12 di Australia
Japan MoDAIRSPACE REVIEW – Jepang dan Australia telah memulai diskusi mengenai izin bagi Pasukan Bela Diri Jepang untuk menggunakan tempat uji coba rudal jarak jauh di Australia, seiring upaya Tokyo membangun kemampuan serangan balasan jarak jauhnya.
Dilaporkan oleh Nikkei, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi telah bertemu dengan mitranya dari Australia, Wakil Perdana Menteri Richard Marles, pada Selasa (18/8) untuk melakukan pembicaraan tersebut.
Koizumi mengatakan kesepakatan itu akan menandai kedua kalinya Jepang mengamankan perjanjian jangkauan rudal dengan mitra asing, setelah dengan Amerika Serikat.
Kemampuan serangan balasan Jepang mengacu pada rudal jarak jauh yang dirancang untuk target permukaan laut dan darat bila terjadi perang, ancaman yang mungkin bisa datang dari Korea Utara dan China.
Rudal Berjangkauan 900 Km
Saat ini Jepang telah mengembangkan versi rudal permukaan antikapal (SSM) Type-12 yang ditingkatkan bersamaan dengan rencana untuk mengakuisisi rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat.
Rudal Type-12 ini dikembangkan oleh Mitsubishi Heavy Industries, versi aslinya memiliki jangkauan sekitar 200 km, sedangkan versi ditingkatkan dapat mencapai jarak 900 km, artinya lebih dari empat kali lipat.
Desain rudal yang di-upgrade tersebut juga telah disempurnakan dengan menyertakan penampang radar (RCS) diperkecil, sehingga meningkatkan kemampuan silumannya.
Type-12 dilengkapi dengan INS dengan panduan GPS di tengah lintasan dan presisi yang lebih baik karena kemampuan Terrain Contour Matching dan perbedaan target yang ditingkatkan.
Proyektil Luncur Berkecepatan Tinggi
Jepang juga sedang mengembangkan senjata hipersonik di bawah program Hyper Velocity Gliding Projectile (Proyektil Luncur Berkecepatan Tinggi) yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan Jepang melalui Acquisition, Technology & Logistics Agency (ATLA) dan diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries.
Senjata ini secara de facto menjadi rudal balistik operasional pertama Jepang setelah era Perang Dunia II.
Info Lainnya: Jepang meluncurkan prototipe rudal antikapal jarak jauh modular berfitur siluman
Pada tahun 2026, varian pertama (Block 1) yang secara resmi diberi nama Type-25 HVGP mulai dikerahkan ke pangkalan militer seperti Kamp Kamifurano di Hokkaido dan Kamp Ebino di Miyazaki.
Rudal mampu meluncur dengan kecepatan hipersonik sekitar 5 Mach, dengan jangkauan maksimum 500 km.
Secara simultan dikembangkan HVGP Block 2A berjangkauan 2.000 km dan Block 2B berjangkauan hingga 3.000 km, keduanya ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2030-an. (RBS)
