Elvator Drone Lokal Taiwan Copot Saat Atraksi di Depan Presiden, Tidak Ada Korban

Elevator drone kamikaze Taiwan copot saat latihanNownews
Elevator drone kamikaze Taiwan copot saat latihan.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah insiden teknis mewarnai pelaksanaan latihan militer tahunan Han Kuang ketika sebuah drone kamikaze buatan dalam negeri Taiwan mengalami kerusakan pada komponen kendali ekor (elevator) di hadapan Presiden Lai Ching-te.

Peristiwa tersebut terjadi pada 8 Agustus 2026 di Pangkalan Angkatan Laut Zuoying, Kaohsiung, saat berlangsung simulasi penanggulangan serangan pantai dan pertahanan perairan dekat pantai.

Simulasi tersebut digelar khusus untuk menguji kesiapan tempur Angkatan Bersenjata Taiwan dalam merespons potensi skenario invasi amfibi dari China.

Tidak ada korban di darat akibat insiden pesawat tak berawak tersebut.

Kendali Ekor Tidak Terpasang Sempurna

Media Taiwan melaporkan, insiden tersebut terjadi tepat ketika pihak militer memamerkan drone penyerang berukuran sedang buatan lokal itu untuk pertama kalinya kepada publik dan jajaran jajaran pimpinan tertinggi negara.

Dari rekaman visual di lokasi latihan yang memperlihatkan dua unit UAV sedang mengudara, salah satu drone tampak mengalami masalah mekanis di mana sirip kendali ekor tidak terpasang dengan sempurna hingga tertekuk miring hampir 90 derajat saat penerbangan berlangsung.

Kendati demikian, pihak Angkatan Laut Taiwan menegaskan bahwa gangguan teknis tersebut tidak sampai menghentikan manuver udara pesawat nirawak itu, dan seluruh tahapan latihan dapat diselesaikan hingga tuntas tanpa kendala berarti.

Tampilkan Berbagai Aset Strategis

Latihan yang dimulai sejak 5 Agustus dan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ini melibatkan koordinasi taktis tingkat tinggi antar-unsur pertahanan.

Batalyon Tempur Pesisir menerjunkan berbagai aset strategis mulai dari kendaraan radar bergerak, peluncur rudal, kapal cepat penyerang, kapal Pengawal Pantai, hingga unit operasi khusus Marinir yang diluncurkan menggunakan perahu tempur M109.

Dalam skenario tersebut, armada drone diintegrasikan secara penuh ke dalam jaringan akuisisi sasaran dan pengarahan tembakan guna membentuk rantai pemusnah terpadu (integrated kill chain). Langkah ini terbukti meningkatkan kecepatan serta akurasi militer dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan menghancurkan target di wilayah pesisir.

Info Lain: Hadapi ancaman dari China, Taiwan meningkatkan produksi drone dalam negeri senilai 1,4 miliar USD

Meskipun diwarnai masalah pada komponen elevator drone yang menjadi sorotan media, simulasi di Pangkalan Zuoying ini secara keseluruhan sukses memperlihatkan pergeseran doktrin tempur Taiwan.

Integrasi teknologi UAV dan kemampuan operasi multidomain Korps Marinir membuktikan kesiapan Taipei dalam membangun pertahanan berbasis respons cepat, baik di lingkungan darat maupun maritim, demi menghadapi ancaman keamanan di Selat Taiwan.

Pasukan Khusus Angkatan Laut Taiwan

Sementara itu Business Insider melaporkan, latihan pertahanan pesisir yang dilaksanakan pada hari Sabtu tersebut, yang dihadiri oleh Presiden Taiwan Lai Ching-te, juga melibatkan pasukan khusus Angkatan Laut Taiwan yang dikerahkan menggunakan perahu karet lambung kaku (rigid-hull inflatable boats) tipe M109 Skyship buatan dalam negeri.

Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Taiwan meluncurkan operasi cepat menggunakan empat kapal rudal kelas Kuang Hua-6 yang lebih tua berbobot 170 ton dan setidaknya satu kapal patroli kelas Anping.

Latihan Han Kuang, yang tahun ini berlangsung selama 10 hari, mencakup latihan di seluruh wilayah pulau untuk menyimulasikan bagaimana pasukan Taiwan dan lembaga sipil akan merespons taktik zona abu-abu serta invasi dari China. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *