Amunisi baru Visi Saudi 2030, dua dari 72 Dreamliner yang dipesan telah diterima Riyadh Air

Riyadh Air terima dua 787 pertama dari BoeingRiyadh Air

AIRSPACE REVIEW – Maskapai baru asal Arab Saudi, Riyadh Air, telah menerima dua armada Boeing 787-9 Dreamliner pertamanya.

Pengiriman ini menandai tonggak sejarah penting sekaligus langkah nyata maskapai dalam mempersiapkan peluncuran operasi komersial globalnya yang ambisius.

Kedua pesawat komersial berbadan lebar (widebody) tersebut mendarat di ibu kota Riyadh pekan ini setelah diterbangkan langsung dari fasilitas produksi Boeing di Amerika Serikat.

Terdaftar dengan registrasi HZ-RXAA dan HZ-RXAB, kedua pesawat ini merupakan unit pertama dari total pesanan akhir yang dapat mencapai hingga 72 pesawat keluarga Dreamliner.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi salah satu kontrak pembelian pesawat terbesar dalam industri penerbangan global beberapa tahun terakhir.

Sebelum menerima pesawat barunya, Riyadh Air mengandalkan pesawat Boeing 787-9 sewaan (leased) untuk keperluan pelatihan awak kabin, pengembangan prosedur operasional, serta proses sertifikasi bersama otoritas penerbangan Arab Saudi.

Kedatangan dua armada definitif ini menjadi penanda transisi maskapai dari tahap sertifikasi menuju fase operasional penuh.

Rencana Ekspansi Global dan Rute Perdana

Manajemen Riyadh Air memilih Boeing 787-9 sebagai tulang punggung strategi awal mereka karena keunggulannya dalam jangkauan terbang antarbenua, efisiensi bahan bakar yang tinggi, serta biaya operasional yang kompetitif.

Dengan jangkauan lebih dari 14.000 km tanpa henti, pesawat ini memungkinkan Riyadh Air menghubungkan Arab Saudi langsung ke pasar-pasar utama di Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Afrika.

Penerbangan komersial perdana maskapai ini dijadwalkan akan melayani rute antara Riyadh dan Bandara London Heathrow, Inggris —salah satu bandara tersibuk di dunia.

Setelah itu, Riyadh Air berencana melakukan ekspansi jaringan internasional secara cepat dengan target melayani sekitar 100 destinasi global pada akhir dekade ini.

Langkah ini sejalan dengan visi strategis pemerintah Arab Saudi untuk mengubah negara tersebut menjadi hub transportasi udara terkemuka di dunia.

Kabin Premium Berteknologi Tinggi

Untuk bersaing dengan maskapai-maskapai raksasa di Timur Tengah, Riyadh Air menawarkan produk kelas premium di dalam armada Dreamliner terbarunya.

Pesawat dikonfigurasi untuk menampung sekitar 290 penumpang yang dibagi menjadi empat kelas layanan: yaitu Business Elite, Business, Premium Economy, dan Economy.

Kursi di kabin premium dirancang untuk dapat direbahkan menjadi tempat tidur datar (flat-bed), dilengkapi layar hiburan generasi terbaru, konektivitas internet berkecepatan tinggi, serta kenyamanan maksimal untuk penerbangan jarak jauh.

Maskapai ini berfokus pada integrasi teknologi dan digitalisasi layanan untuk menarik minat wisatawan maupun pelancong bisnis.

Dukungan untuk Visi Saudi 2030

Pengiriman ini juga menjadi kemenangan penting bagi Boeing di tengah persaingan ketatnya dengan Airbus di pasar pesawat berbadan lebar, terutama di kawasan Timur Tengah yang terus berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur bandara dan pariwisata.

Didirikan sebagai bagian dari inisiatif Saudi Vision 2030, Riyadh Air mengemban misi utama pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonomi negara dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak bumi.

Kehadiran maskapai baru ini diharapkan dapat mendongkrak arus kunjungan wisatawan asing, memperkuat konektivitas global Arab Saudi, serta memantapkan posisi kota Riyadh sebagai salah satu pusat penerbangan dunia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *