Australia resmikan fasilitas P-8A Poseidon Rp2,1 triliun, bakal rawat pesawat AS dan Selandia Baru

Australia resmikan pusat perawatan pesawat P-8A PoseidonRAAF

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Australia secara resmi membuka Fasilitas Pemeliharaan Tingkat Lanjut dan Modifikasi (Deep Maintenance and Modification Facility/DMMF) senilai 200 juta dolar Australia (sekitar Rp2,1 triliun).

Fasilitas mutakhir ini dibangun di dekat Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) Base Edinburgh di Australia Selatan.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi infrastruktur militer Australia.

Dengan adanya fasilitas ini, armada pesawat patroli maritim dan pengintai RAAF P-8A Poseidon kini dapat menjalani perawatan mendalam dan peningkatan sistem secara mandiri di dalam negeri, tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar negeri seperti Amerika Serikat.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa kehadiran DMMF ini merupakan investasi penting bagi kesiapan tempur militer Australia.

“Dengan menempatkan pekerjaan pemeliharaan mendalam dan peningkatan untuk armada P-8A Poseidon di Australia, kami meningkatkan kesiapan pasukan, dan mengurangi ketergantungan pada pemeliharaan di luar negeri, persis seperti yang ditetapkan dalam Strategi Pertahanan Nasional,” ujar Marles dalam peresmian tersebut.

Gedung raksasa sepanjang 240 m dengan luas area mencapai 2,1 hektar ini dilengkapi dengan hanggar empat bay yang mampu menampung pesawat turunan Boeing 737, sistem docking akses penuh, serta bengkel khusus untuk pengerjaan struktural, mekanis, avionik, dan sistem misi.

Dikelola oleh Boeing Defence Australia dalam kemitraan dengan Pemerintah Persemakmuran, proyek konstruksi DMMF diselesaikan tepat waktu dalam kurun waktu kurang dari dua tahun oleh Renewal SA bersama mitra konstruksi BESIX Watpac.

Fasilitas ini tidak hanya akan melayani armada domestik. DMMF diproyeksikan menjadi hub regional utama di Belahan Bumi Selatan untuk perawatan pesawat militer.

Selain untuk armada P-8A Poseidon dan E-7A Wedgetail milik Australia, fasilitas ini dikonfirmasi akan mendukung pemeliharaan pesawat P-8A milik Angkatan Udara Selandia Baru (New Zealand Defence Force) serta perawatan armada pesawat nirawak MQ-4C Triton milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

Selain aspek pertahanan, proyek ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah Australia Selatan.

Gubernur Australia Selatan, Peter Malinauskas, menyebutkan bahwa operasional jangka panjang fasilitas ini akan membuka peluang karier bernilai tinggi di bidang teknik dirgantara, avionik, dan logistik bagi ratusan tenaga kerja lokal.

Selama masa konstruksinya saja, proyek ini telah menyerap sekitar 450 lapangan kerja dengan lebih dari 1.000 pekerja yang terlibat.

Di masa depan, integrasi industri pertahanan lokal dalam rantai pasok perawatan pesawat ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. (PN)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *