Rusia makin gencar menggunakan bom luncur berpemandu untuk menyerang sasaran di Ukraina

Bom luncur berpemandu Rusia_ Airspace ReviewTelegram Tysk

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Dirgantara Rusia (VKS) dilaporkan semakin sering menggunakan bom luncur berpemandu untuk menyerang target strategis di wilayah Ukraina.

Bom tersebut dilepaskan dari jarak jauh oleh jet tempur/serang Rusia seperti Su-35 dan Su-34.

Hal itu diungkapkan oleh pejabat militer Ukraina, yang menyebutkan bila militer Rusia telah meninggalkan penggunaan bom bersayap dalam kampanye mereka untuk menargetkan lokasi di Ukraina selatan.

Menurut pernyataan dari Komando Operasional Selatan baru-baru ini, disebutkan selama periode 24 jam, militer Rusia melakukan sembilan serangan udara yang menggunakan lebih dari 50 bom berpemandu di wilayah Kherson, Ukraina Selatan.

Serangan ini melibatkan penggunaan bom yang dilengkapi dengan UMPK (Unifitsirovannyi Modul Planirovaniya i Korrektsii) yang diterjemahkan menjadi modul peluncuran dan koreksi terpadu.

UMPK adalah alat tambahan (kit) modular yang dirancang untuk digunakan pada bom berpemandu seperti FAB-250 dan FAB-500.

Modul ini secara efektif mengubah bom konvensional yang jatuh bebas menjadi amunisi berpemandu presisi, dengan jangkauannya yang mengikat jauh

Setelah dilepaskan dari jet yang membawanya, bom jatuh dengan membentangkan sayapnya untuk melayang dan meluncur ke koordinat yang telah ditentukan sebelumnya menggunakan sistem inersia terintegrasi dengan koreksi GPS.

Salah satu kit sayap luncur untuk UMPK ini terlihat berhasil di tangkap pasukan Rusia, foto ini diedarkan di saluran Telegram Tysk.

Penggunaan bom luncur berpemandu ini tetap efektif untuk menghilangkan sasaran strategis lawan, namun dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan rudal jelajah.

-RBS-

via Telegram Tysk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *